Pemerintah Siapkan Skenario Pemulangan TKI

19971

SuaraBanyuurip.comTeguh Budi Utomo 

Jakarta – Pemerintah Indonesia aktif memantau kondisi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri terkait situasi penyebaran COVID-19. Pemerintah juga menyiapkan bantuan, dan pemulangan TKI yang telah habis masa kontraknya.

TKI terbanyak di Malaysia dengan jumlah 1,2 juta orang. Sebulan terakhir telah pulang lewat jalur reguler sebanyak 56.368 orang, dan 1.621 orang dideportasi ke tanah air.

Hingga hari Minggu (12/4/2020), pemerintah telah memberi bantuan sembako kepada 56.000 lebih TKI yang telah pulang.

Menurut Plt Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani, saat ini ada tiga kluster TKI, yaitu Malaysia, India, dan Anak Buah Kapal (ABK) di luar negeri. Dari ketiga kluster inilah yang memungkinkan pemulangan secara serentak dan berskala.

“Mengingat pentingnya antisipasi ini harus dipastikan bahwa semua dapat terlaksana dengan baik, dan kerja sama antar kementerian dan lembaga terkait,” kata Jaleswari di Bina Graha, dalam pers rilis dari Kantor Staf Presiden yang diterima SuaraBanyuurip.com, Rabu (15/4/2020).

Baca Juga :   Kebakaran Ancaman Terbesar Warga Tuban

Ia katakan, KSP bersama kementrian dan lembaga telah beberapa kali menggelar rapat koordinasi melalui video conference. Dalam rapat tersebut, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha memaparkan, saat ini 17.325 TKI bekerja sebagai ABK di 118 kapal pesiar.

Mereka berpotensi terdampak karena pihak principal berencana menghentikan operasi pelayaran. Dari jumlah tersebut, 4.496 ABK telah difasilitasi kepulangannya ke Indonesia.

Bagi ABK yang sakit tidak bisa langsung  pulang. Mereka harus dirawat di rumah sakit setempat.

Langkah ini sudah berjalan dengan baik atas biaya negara setempat. Setelah mereka sembuh, dan dinyatakan bebas bisa pulang via pesawat komersial.

Terkait bantuan sembako, prioritas diberikan pada TKI yang kini rentan terdampak COVID-19, sehingga hanya sebagian yang menerima. TKI di Malaysia secara independen sudah mulai pulang dari wilayah detensi migrasi Malaysia, untuk meminimalkan penyebaran corona di kawasan tersebut.

Pada proses pemulangan, pola yang telah dilakukan saat ini adalah melakukan pemeriksaan di pintu-pintu masuk. Diantara mereka ada yang diharuskan menjalani karantina. Titik debarkasi kepulangan WNI sudah dipersiapkan di Jakarta dan Bali.

Baca Juga :   Tak Sadar Ada CCTV, Remaja Rengel Bobol Toko Handphone

Sesampai di tanah air mereka harus mengikuti protokol kesehatan berupa pemeriksaan suhu tubuh, saturasi oksigen, gejala flu, HAC, dan rapid test untuk kepulangan melalui Bali.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2MI) memproyeksi kepulangan TKI ada sebanyak 37.075 orang. Mereka berasal dari Malaysia 15.429 orang, Hongkong 11.303 orang, Singapura 3.507 orang, dan negala lainnya sebanyak 37.075 orang. Angka ini sesuai berakhirnya masa kontrak mereka pada April dan Mei 2020. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *