SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski tengah didera wabah corona atau covid-19, kegiatan proyek minyak dan gas bumi (Migas) tak boleh berhenti. Selain pemenuhan target pengerjaan, kegiatan industri Migas tak hanya berperan sebagai sumber penerimaan negara, tapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional. Dengan multiplayer effect diberbagai bidang seperti ekonomi, lapangan kerja, dan lain sebagainya.
Diantarannya kegiatan proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Kali ini tim proyek GPF JTB telah berhasil dengan lancar tanpa ada kendala dalam melakukan pengangkatan dan pemasangan Selexol Regenerator, Kamis (16/4/2020) yang dimulai sekitar pukul 07:15 WIB.
Sr. Manager Project GPF & PL, Iwan Hamzah, mengatakan, kesuksesan dalam pengangkatan dan pemasangan Selexol Regenerator ini adalah salah satu pencapaian milestone yang sangat krusial dalam proses konstruksi atau pembangunan GPF JTB di kondisi didera pandemic Covid-19. Dimana tim proyek JTB baik dari Pertamina EP Cepu (PEPC), pelaksana proyek yaitu Konsorsium PT Rekayasa Industri-JGC Corp-JGC Indonesia (RJJ), dan Subkon masih semangat bekerja untuk menyelesaikan proyek.
“Sesuai arahan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bahwa proyek Migas tidak boleh berhenti pada kondisi saat ini yaitu wabah corona. Namun tetap mematuhi himbauan pemerintah dalam beraktivitas,” kata Iwan Hamzah, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (16/4/2020) usai pemasangan dan pengangkatan Selexol Regenerator.
Dengan pencapaian milestone ini, pria ramah ini berharap, milestone lanjutan yang akan dikerjakan dapat berjalan lancar dan tetap dalam kondisi aman, sehat bagi insan proyek dan keluarganya.
Selain itu diharapkan juga dukungan terus mengalir dari masyarakat sekitar proyek khususnya, dan seluruh masyarakat Kabupaten Bojonegoro umumnya, serta pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang baik dari semua pihak terkait selama ini. Sehingga aktivitas proyek JTB berjalan lancar, dan aman terkendali,” imbuhnya.(sam)