SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memprediksikan harga minyak mentah dunia terus mengalami kemerosotan akibat wabah Virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia.
“Jika sampai tiga atau empat bulan kedepan Virus Covid masih belum selesai, bisa jadi harga minyak mengalami penurunan terus dari sekarang USD30 per barel,” kata Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, Kamis (16/4/2020).
Dengan menurunnya harga minyak mentah dunia, lanjut Lasuri, otomatis akan mempengaruhi juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro. Bisa jadi, dari target pendapatan Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) sebesar Rp956 Miliar tidak terealisasi sepenuhnya.
“Sekarang saja baru ditransfer Rp150 miliar, tinggal dilihat saja apakah pemerintah pusat benar-benar mentransferkan semua,” imbuhnya.
Jika benar kondisi keuangan Bojonegoro seperti yang diprediksikan tersebut, Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini memastikan akan terjadi gagal bayar dan berpengaruh pada pembangunan daerah.
“Ini yang harus diantisipasi Pemkab Bojonegoro,” pungkasnya.(rien)