Positif Corona Blora Meninggal Dunia

19999

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masuk zona merah. Satu orang warga berusia 30 tahun asal Kecamatan Kota positif Covid-19. Namun warga tersebut telah meninggal dunia pada Kamis 9 April 2020 lalu. 

“Hasil swabnya baru keluar tadi malam,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, saat berada di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Minggu (19/4/2020).

Dijelaskan, positif Covid-19 di Kabupaten Blora telah melalui pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR). Kasus tersebut bermula pada 3 April lalu. Pasien merupakan rujukan dari RSUD Blora ke RSUD Moewardi Solo. 

“Almarhum memiliki penyakit penyerta gagal ginjal,” ujarnya.

Gugus tugas percepatan penangan Corona bersama tim kesehatan mulai tadi malam melakukan tracking atau penelusuran kontak terhadap orang-orang yang pernah kontak langsung dengan almarhum. Baik di keluarga, rumah sakit maupun puskesmas.

“Sesuai data, almarhum pernah kontak di beberapa pelayanan kesehatan baik rumah sakit maupun puskesmas. Sehingga kami hingga kini masih mendata beberapa tenaga medis yang pernah kontak dengan almarhum. Ada beberapa yang sudah isolasi. Mudah mudahan tidak menular,” tutur Lilik.

Baca Juga :   6 Rumah di Bojonegoro Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 675 Juta

Oleh karena itu, keluarga akan menjadi kontak tracking pertama yang akan dilakukan penelusuran dan rapid test. Setelahnya, adalah petugas kesehatan yang pernah menangani pasien sebelum meninggal baik dari Puskesmas Blora, RSUD Blora dan RS Permata.

Pihaknya meminta masyarakat, agar tidak takut berlebihan jika tidak melakukan kontak langsung. Tetap menjaga jarak dan memakai masker setiap terpaksa keluar rumah.

“Kita tidak boleh mendiskriminasi terhadap keluarga almarhum,” ucapnya.

Sementara terkait warga Desa Kentong, Kecamatan Cepu yang sempat membuat masyarakat resah, telah dilakukan pengecekan. Warga tersebut datang tanggal 16 April lalu pasca menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Jakarta, namun diagnosanya bukan Covid-19. 

“Hanya panas, tapi oleh pihak desa dan puskesmas dipantau. Sabtu kemarin di test rapid ternyata positif, sehingga dirujuk ke RSUD Cepu dan besok akan kita lakukan swab test untuk diperiksa lab PCR,” jelasnya.

Untuk rapid test, kata dia, keakuratan atau sensitifitasnya kurang. Sehingga organisasi kesehatan dunia atau WHO menganjurkan harus dengan pemeriksaan lab PCR atau pemeriksaan cara kerja replikasi DNA.

Baca Juga :   Dugaan Korupsi Porprov, Kejari Bojonegoro Simpulkan Hanya Pelanggaran Administrasi

“Walaupun rapid-testnya positif, maka harus diperiksa ulang lagi melalui swab test lab PCR. Kami berharap dan berdoa semoga yang Cepu belum tentu positif. Mudah-mudahan Blora hanya satu, jangan nambah lagi,” ujarnya.

Berdasarkan update perkembangan Corona di Kabupaten Blora per 19 April, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 119 orang, pasien dalam pengawasan (PD) 2 orang. Untuk jumlah pemudik hingga kini mencapai 20.940 orang.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *