SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sukur Priyanto, menilai jika penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum mendesak untuk segera diterapkan di Bojonegoro.
“Kalau sekarang di Bojonegoro belum perlu untuk menerapkan PSBB,” ujarnya, Senin (20/4/2020).
Namun, politisi Partai Demokrat itu menegaskan, untuk menekan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Bojonegoro, perlu kesadaran bersama dari masyarakat. Salah satunya dengan sosial dan physichal distancing.
“Termasuk kalau keluar harus pakai masker, dan jika datang dari daerah zona merah lapor ke gugus tugas dimasing-masing desa,” imbuhnya.
Sementara Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bojonegoro, Masirin, mengatakan, sesuai pemantauan kemarin tidak banyak perubahan data dibandingkan sebelumnya, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 1 orang di Kalitidu sehingga menjadi 30 orang.
Jumlah ODP yang telah selesai dalam pemantauan dinyatakan sehat pada hari ini tidak ada penambahan. Untuk ODP yang selesai pemantauan secara kumulatif sebanyak 103 orang, ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 133 orang.
Untuk status Pasien Dalam Pemantauan (PDP) tetap sebanyak 1 orang di Kecamatan Kepohbaru. Dan status positif tetap sebanyak 3 orang di wilayah Kecamatan Gondang, Purwosari dan Trucuk. Masing-masing sebanyak satu orang. Status positif terkonfirmasi kumulatif sampai hari ini sebanyak 4 orang.
“Untuk status Orang Dalam Risiko (ODR) sebanyak 33.217 orang dan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 185 orang,” jelasnya.
Setiap desa saat ini sudah ada tim gugus tugas penanganan Covid-19. Selain itu, setiap desa juga menyedikan tempat isolasi bagi pemudik. Sehingga bagi warga yang nekad mudik diharapkan melaporkan ke tim gugus tugas untuk menjalani isolasi baik mandiri maupun di tempat yang disediakan.(rien)