SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski di tengah pandemi Covid-19, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) proyek pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC) masih bisa berbagi bantuan sebanyak 3.600 paket sembako Ramadhan untuk warga desa sekitar operasi.
Ada lima desa sekitar JTB yang menjadi sasaran kegiatan rutin tahunan PEPC tersebut. Diantaranya Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Desa Delokgede, Kecamatan Tambakrejo, Desa Pelem dan Kaliombo, Kecamatan Purwosari, serta Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam penyalurannya bekerja sama dengan pemerintah desa (Pemdes) masing-masing.
“Kegiatan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PEPC yang bertajuk PEPC Berbagi dalam bentuk pemberian bantuan sembako ini merupakan bagian dari kegiatan Safari Ramadhan seperti yang pernah kami lakukan di tahun-tahun sebelumnya ke desa-desa wilayah operasi dan beberapa yayasan, pondok pesantren (Ponpes) serta beberapa lembaga lainnya,” kata Manager JTB Site Office & PGA, Edy Purnomo, kepada Suarabanyuurip.com disela-sela penyerahan bantuan sembako kepada Kepala Desa (Kades) Bandungrejo, Sapani, Senin (18/5/2020).
Untuk pendistribusian bantuan sembako, lanjut Edy, akan dilakukan secara bertahap, yang dimulai pada hari ini di Desa Bandungrejo dan Kaliombo.
“Untuk Desa Pelem, Dolokgede, Talok, dan di Ponpes, rencananya akan didistribusikan Selasa (19/5) besok. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga yang menerima di masa pandemi COVID-19. Sekaligus kami juga memohon doa warga masyarakat, dan dinas terkait untuk kelancaran Proyek JTB,” tandasnya.
Sementara Kades Bandungrejo, Sapani, mengucapkan terima kasih atas kepedulian PEPC yang telah memberikan bantuan sembako untuk warga Bandungrejo.
“Bantuan sembako ini nanti akan kami berikan merata ke warga. Teknisnya per rumah bukan per Kepala Keluarga (KK). Jika nanti masih lebih, maka akan kami berikan lagi ke warga yang benar-benar tidak mampu,” ujar Sapani.(sam)