Harga Minyak Turun, DPRD : BBS Sulit Realisasikan Pendapatan Rp2,5 M

Sumur Tua Wonocolo

SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro – Turunnya harga minyak mentah dunia hingga ke level USD30 per barel berdampak pada pendapatan penambang sumur minyak tua di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

“Para penambang sekarang hanya mendapatkan ongkos angkat dan angkut sebesar Rp834 per liternya dari sebelumnya Rp1.136 per liter,” kata Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, Jumat (22/5/2020).

Menurutnya, pendapatan PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), BUMD Bojonegoro, yang selama ini menaungi para penambang sumur minyak tua juga terdampak. Apalagi, pendapatan perusahaan plat merah itu ditarget naik setiap tahunnya.

“Ini jelas berimbas dengan terget pendapatan PT. BBS,” tegas politisi PAN itu.

Oleh karena itu, komisi dewan yang membidangi masalah migas -Komisi B- akan memaklumi jika tahun depan PT BBS tidak bisa menyumbangkan pendapatan sebesar Rp2,5 miliar bagi Kabupaten Bojonegoro. 

“Sepertinya berat sekali ini mendapatkan uang dari sumur tua, tapi semoga pandemi virus corona segera berakhir dan kondisi berangsur normal termasuk harga minyak mentah dunia,” tandasnya. 

Baca Juga :   87 Kontraktor Bojonegoro Ikuti Lokakarya TKDN

Sebagaimana diketahui, PT BBS tahun 2020 ini hanya bisa menyetor pendapatan sebesar Rp600 juta. Pendapatan tersebut dari keuangan tahun 2019 setelah dilakukan audit.  

Dikonfirmasi terpisah, Manager Proyek PT BBS, M Imron, belum bisa memberikan tanggapan. Dia berjanji, akan memberikan keterangan lebih lanjut lagi setelah lebaran.(rien)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *