SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Dari 52 pasien positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sembilan orang meninggal dunia. Namun dari sembilan kasus meninggal tersebut tidak semuanya murni akibat virus dari Wuhan, China.
“Dari 9 kasus kematian, 7 dengan penyakit penyerta, 2 belum diketahui,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr Whenny Dyah Prajanti, Jumat (29/5/2020).
Penyakit penyerta ke tujuh pasien positif virus corona yang meninggal itu di antaranya diabetes melitus, jantung, paru-paru, dan demam berdarah.
Sementara itu, berdasarkan update harian sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro (29/5/2020) pukul 18:00 WIB, terdapat penambahan baru satu orang positif di Kecamatan Bojonegoro. Sehingga jumlah positif terkonfirmasi hari ini sebanyak 41 orang.
“Jumlah positif terkonfirmasi kumulatif sebanyak 52 orang, meliputi 41 orang dirawat, 9 orang meninggal dan 2 orang sembuh,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Masirin.Â
Untuk status pasien dalam pengawasan (PDP), tidak ada penambahan baru. Sedangkan yang selesai dalam pengawasan sebanyak 5 orang, tersebar di Kecamatan Baureno 2 orang, Bojonegoro 2 orang dan Kasiman 1 orang setelah hasil Swab negatif.
“Mereka di TCM Cartridge terbaru milik RSUD Sosdoro bantuan Kementerian Kesehatan,” tegasnya.Â
Status PDP kumulatif sebanyak 20 orang, 4 orang dalam pengawasan, 8 orang selesai dalam pengawasan dan meninggal dunia 8 orang.
Sedangkan status orang dalam pemantauan (ODP) hari ini ada penambahan baru sebanyak 2 orang di Kecamatan Bojonegoro dan Dander. Sedangkan yang selesai dalam pemantauan sebanyak 4 orang di Kecamatan Kalitidu 1 orang, Ngasem 2 orang dan Padangan 1 Orang. Sehingga jumlah ODP pada hari ini adalah sebanyak 27 orang.
“ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 245 orang, meliputi dipantau 27 orang, selesai pemantauan 216 orang dan meninggal dunia 2 orang,” tutur Masirin.
Untuk status ODR sebanyak 42.182 orang dan OTG sebanyak 361 orang. Masirin mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro mamatuhi instruksi pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan.Â
“Tetap di rumah saja, jaga jarak, biasakan cuci tangan, pakai masker saat beraktifitas di luar rumah, hindari kerumunan dan jangan mudik,” pesan Masirin.(suko)