SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Memasuki musim kemarau, petani di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, lebih memilih tanam lombok dan jagung. Hal ini untuk mengantisipasi adanya gagal panen jelang kemarau.
Mengingat lahan pertanian warga sekitar hutan tersebut berada di dataran tinggi sehingga sulit untuk mencukupi kebutuhan air.
“Pasca panen padi rata-rata milih tanam lombok, jagung, dan kacang hijau,” kata salah satu petani setempat, Sriatun, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (05/06/2020).
Di pilihnya tanam jagung karena melihat kondisi cuaca akan segera memasuki musim kemarau sehingga akan sulit mencukupi kebutuhan air jika menanam padi. Karena petani Sendangharjo adalah petani tadah hujan.
“Lahan persawahan saya juga tak tanami jagung. Karena selain mudah perawatannya, dan modal tidak banyak juga kuat jika kekurangan air. Alhamdulillah pertumbuhannya cukup bagus,” tandas petani lainnya, Sutrisno.(sam)