SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengestimasikan, pendapatan BUMD PT Bojonegoro Bangun Sarana dari pengelolaan sumur minyak tua tahun 2020 ini hanya sekitar Rp250 juta.
Estimasi tersebut di bawah pendapatan BBS tahun 2019 lalu yang mencapai Rp415 juta, dari target yang dipasang di APBD sebesar Rp176 juta.Â
“Jika dilihat dari harga minyak mentah dunia, perkiraan kita segitu,” kata Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri kepada suarabanyuurip.com, Senin (8/5/2020).
Menurut dia, pendapatan BBS sebesar itu bisa mengancam keberlangsungan perusahaan. Termasuk pembiayaan operasional seperti gaji karyawan bisa jadi tidak bisa terealisasi.
“Jangan sampai ada pengurangan karyawan ata sampai bangkrut,” ucap Lasuri mengingatkan.Â
Komisi dewan yang membidangi masalah migas itu telah memprediksi pandemi virus corona atau Covid-19 berdampak pada perekonomian dunia, termasuk Kabupaten Bojonegoro. Menurut Lasuri, jika BBS tidak mendapat pemasukan seperti sewa The Residen di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, yang digunakan perkantoran Pertamina EP Cepu, maka bisa dihitung perusahaan tersebut tidak akan laba.Â
“Yang menyelamatkan BBS sekarang dari tambahan sewa yang Resident. Kalau tidak ada itu, tidak tahu lagi bisa diselamatkan atau tidak,” tegasnya.
Sementara Manager Proyek PT BBS, Ali Imron, menyarankan agar suarabanyuurip.com menghubungi direktur baru.Â
“Langsung dengan dirutnya ya, Minggu ini ada di Bojonegoro,” ucapnya.(rien)