Kabar Baik, Tak Ada Tambahan Kasus Positif Corona di Blora

20296

SuaraBanyuurip.com - Perkembangan persebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Blora, Senin (8/6/2020), tidak ada penambahan kasus positif. Namun jumlah reaktif rapid-test masih sebanyak 156 orang.

Sekretris Daerah (Sekda) Blora, Komang Gede Irawadi meyampaikan hingga hari ini positif Covid-19 masi tetap sama yakni 30 kasus, dengan rincian 22 orang dirawat, 5 sembuh, dan 3 meninggal. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) 6 orang,  orang dalam pemantauan (ODP) 39 orang, orang tanpa gejala (OTG) 157 orang, dan pemudik 36.645 jiwa.

“Semoga yang sembuh semakin bertambah,” harap Komang di Posko Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Blora. 

Dengan data persebaran itu, lanjut dia, masih banyak yang harus dilakukan, terutama disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Baik disiplin diri sendiri maupun lingkungan.

“Kalau kita tidak disiplin maka rantai persebaran virus ini tidak bisa diputus. Jika harus keluar gunakan masker, cuci tangan, hindari kerumunan. Mohon protokol kesehatan ini benar benar dilaksanakan,” pesan Komang. 

Sementara itu, Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, dr. Fatkhur Rokhim menambahkan tentang pentingnya melaksanakan protokol kesehatan dalam rangka menekan dan mencegah persebaran Covid-19. 

Baca Juga :   Camat Pantau Perkembangan Pertanian

“Selama ini belum ada korban meninggal karena murni akibat Covid-19, melainkan karena adanya penyakit penyerta. Sehingga kami berharap masyarakat bisa terus melakukan protokol kesehatan agar pencegahan ini bisa maksimal,” sambung dr. Fathkur. 

Pihaknya saat ini juga sedang melakukan proses penerimaan bantuan alat kesehatan berupa ventilator (alat batu pernafasan) dari sebuah komunitas masyarakat Blora yang ada di Jakarta. 

“RSUD Blora sudah mendapatkan bantuan ini, sehingga selanjutnya akan diberikan kepada RSUD Cepu,” pungkasnya dilansir dari situs resmki pemkab blora.

Sekretaris Dindagkop UKM Blora, Supoyo menyampaikan hingga kini kondisi harga sembako di tengah pandemic Covid-19 masih cenderung normal. Hanya ada penurunan untuk komoditas telur ayam ras yang tadinya Rp 21.500,00 menjadi Rp 21.000,00 (turun 2 persen). Sedangkan sembako yang lain masih normal sehingga masyarakat tidak perlu panic. (red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *