SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Bencana kekeringan selalu mengintai sejumlah wilayah di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Belum ada solusi untuk mengatasi musibah tahunan tersebut. Dropping air bersih masih menjadi andalan ketika musim kemarau melanda.
Fenomena tersebut mengundang perhatian Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariadi. Ia menggagas pemenuhan air untuk warganya untuk memaksjmalkan resapan besar dengan memanfaatkan Bengawan Solo.
“Mengalirkan air Bengawan Solo melalui irigasi untuk ditampung pada embung yang sudah tersedia,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Selasa (16/6/2020).
Dijelaskan, air yang tertampung di embung nantinya bisa mengendap dan dimanfaatkan untuk pengairan sawah. Selain itu dapat difungsikan untuk resapan.Â
“Jadi bukan sekadar untuk penampungan air semata,” tandasnya.Â
Sehingga sangat memungkinkan bagi warga membuat sumur dengan manfaatkan air resapan dari penampungan yang ada di dalam embung.Â
Di wilayah Cepu sendiri, kata dia, ada tiga desa yang paling terdampak kekeringan dibanding 14 Desa/Kelurahan yang ada. Ketiga desa tersebut adalah Mulyorejo, Kelurahan Tambakromo dan Desa Mernung
“Tiga desa itu yang paling terdampak,” tegasnya.
Luluk mengaku masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengalirkan air Bengawan Solo ke embung. Terutama masing-masing desa di pinggiran bengawan yang memiliki fasilitas Irigasi. Â
“Harapan kami nantinya ini bisa terealisasi. Bukan hanya bisa mencukupi kebutuhan air warga, tapi juga bisa mencukupi pengairan pertanian,” harapnya.(ams)