SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Anggota DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, mulai melakukan reses-kegiatan di luar sidang-untuk menyerap aspirasi masyarakat. Seperti yang dilakukan anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Suparno.
Wakil rakyat asal Desa Gayam, Kecamatan Gayam, itu akan menyerap aspirasi warga di sekitar Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu dan Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (JTB). Reses akan dilakukan pada Jumat (26/6/2020).
“Akan saya laksanakan di Kecamatan Gayam,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (22/6/2020).Â
Suparno menjelaskan sebelum menyerap aspirasi masyarakat, dirinya telah memetakan beberapa permasalahan yang ada sekarang ini. Di antaranya terkait tenaga kerja, infrastruktur, dan program pemberdayaan masyarakat (PPM) oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) Lapangan Gas JTB.
“Kita akan menanyakan kepada masyarakat, apakah mereka memiliki kendala dalam melamar pekerjaan di Lapangan Gas JTB,” tuturnya.
Dari pantauannya selama ini banyak kontraktor yang bekerjasama dengan PT Rekayasa industri (Rekind). Namun, penyerapan tenaga kerja di desa dinilai kurang maksimal.Â
“Kita cari tahu nanti, kondisi riil di lapangan bangaimana,” tegas anggota DPRD Bojonegoro dari daerah pemilihan (Dapil) V meliputi Kecamatan Gayam, Purwosari, Ngasem, Kalitidu, Malo, Padangan, Kasiman, dan Kedewan itu.
Kurang lebarnya jalan dari Clangap sampai Mojodelik juga akan menjadi bahan yang akan dibawa Suparno dalam reses. Sebab sudah banyak warga yang menjadi korban karena jalan terlalu sempit.Â
“Kita akan minta pendapat masyarakat juga tentang ini,” tandasnya.Â
Tidak hanya itu, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro yang membidangi masalah migas ini juga akan menanyakan program pemberdayaan masyarakat (PPM) di wilayah ring dua Lapangan JTB selain Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, dan Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo. Â
“Apakah benar, masyarakat masih belum mendapatkan PPM dari Pertamina EP Cepu di desa selain dua itu,” pungkasnya.(rien)