SuaraBanyuurip.com -Â Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC) tidak akan melakukan perekrutan tenaga kerja baru pada tahapan completion di Jambaran Central yang berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Karena semua pekerja di Jambaran Central orangnya sama semua yang bekerja sebelumnya dari Jambaran East,” ujar Pjs. JTB Site Office & PGA Manager PEPC, Edy Purnomo, Rabu (24/6/2020).Â
Dijelaskan pekerjaan di Jambaran East sama dengan sebelumnya yakni melakukan tahapan completion yang merupakan proses pemasangan tubing (pipa produksi) beserta seluruh kelengkapannya, termasuk X-Mass Tree untuk mengatur flow atau aliran produksi gas nantinya.
“Hanya saja, untuk kebutuhan flagman ada yang belum terpenuhi. Sehingga kami berkoordinasi dengan Pemdes sekitar proyek JTB,” imbuhnya.Â
Sementara itu, Sumur-sumur yang telah diselesaikan dan telh dilakukan perforasi atau pelubangan zona produksi meliputi 4 (empat) Sumur di Wellpad Jambaran East yaitu JAM -3, JAM-4ST, JAM-5ST dan Jam-8.Â
“Adapun perkerjaan perforasi dilakukan secara Rigless Operation (tidak menggunakan rig),” ujar Dirut PEPC, Jamsaton Nababan seperti dikutip dari laman Resmi Pertamina.com mei lalu.Â
Cadangan gas Jambaran-Tiung Biru sebanyak 2,5 triliun kaki kubik (TCF) yang akan diproduksi 25 tahun. Dari produksi gas sebesar 192 MMscfd, sebanyak 100 MMSCFD dibeli Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan harga US$ 7,6/MMBTU.
Sedangkan sisanya akan dijual Pertamina untuk memenuhi kebutuhan industri di wilayah Jatim dan Jateng.
Gas Jambaran-Tiung Biru yang dibeli PLN nantinya dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang (Gresem) untuk pembangkit listrik di Tambaklorok. Pembelian gas oleh PLN ini telah tertuang dalam Head of Agreement (HoA) dengan jangka waktu 30 tahun dari 2020 sampai 2050.
Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru dapat menghemat biaya sebesar US$550 juta. Dari biaya sebelumnya sebesar US$2,2 miliar, menjadi US$1,54 miliar.(rien)Â