SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Sedekah bumi atau manganan sudah menjadi tradisi warga Dusun Ngaglik, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Budaya turun temurun itu tetap lestari meski di tengah geliat industri migas Blok Cepu.
Sedekah bumi dilaksanakan warga Ngaglik di salah satu sumur tua yang dikramatkan. Sumur tersebut lama tidak digunakan karena sumber airnya habis.
“Manganan diawali dengan doa yang kami panjatkan kepada Allah SWT,” ujar Kundori, sesepuh desa -orang yang dituakan- setempat.Â
Sedekah bumi digelar pada Kamis Pahing. Tujuannya untuk memanjatkan doa agar masyarakat dijauhkan dari marabahaya termasuk merebaknya wabah penyakit.
“Kami juga berdoa agar panen melimpah dan dijauhkan dari marabahaya,” ucapnya.
Kundori menegaskan tidak ada tujuan khusus sedekah bumi dilaksanakan di Sumur Lo. Warga sudah turun-temurun menggelarnya di tempat tersebut.
Salah satu warga setempat, Surtini (45) mengaku bersama puluhan warga lainnya membawa nasi berkat dari rumah atau masakan sendiri.Â
“Isinya rata-rata sama, nasi putih, oseng atau sayur pepaya muda, oseng tempe, mie dan telur,” ujar ibu dua anak. Â
Surtini berharap sedekah bumi kali ini bisa dijauhkan dari wabah penyakit seperti virus corona atau Covid-19. Sehingga, tidak ada lagi pembatasan-pembatasan yang membuat perekonomian masyarakat menurun.(rien)Â Â