SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Butoh, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar sedekah bumi yang dipusatkan di balai desa setempat, Jumat (26/6/2020).
Hadir dalam acara sedekah bumi Kepala Desa Butoh, Edy Santoso, Perangkat Desa, BPD, RT, RW, jajaran Polsek dan Koramil Ngasem, tokoh agama, tokoh pemuda, dan warga masyarakat setempat.
Tradisi sedekah bumi atau biasa disebut nyadranan ini masih kental keberadaannya di desa sekitar lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).
Dalam sambutannya, Kepala Desa Butoh, Edy Santoso, mengatakan, sedekah bumi ini merupakan tradisi tahunan bagi masyarakat Desa Butoh, dan masih terjaga hingga saat ini. Sedekah bumi ini dilaksanakan oleh masyarakat setelah musim panen dalam setiap tahunnya.
“Sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, atas hasil panen yang baik tahun ini, dan semoga kedepan hasil pertanian bertambah melimpah, serta warga masyarakat Desa Butoh selalu diberikan keselamatan dan kesehatan,” kata Edy Santoso.
Berbeda di tahun sebelumnya, sedekah bumi tahun ini dilaksanakan secara sederhana karena sedang terjadi pandemi virus corona atau Covid-19. Pagelaran kesenian jawa yang biasanya dilakukan, saat ini tidak dilaksanakan. Kendati rangkaian kegiatan sedekah bumi tetap berlangsung khidmat.
“Karena wabah Covid-19, acaranya dibuat sederhana saja. Terpenting warga hidup rukun,” sambung Matsalim, perangkat desa setempat.
Disadari warga, sedekah bumi tahun ini yang dilakukan secara sederhana, tanpa adanya pertunjukan kesenian ketoprak atau tayub seperti tahun sebelumnya.
“Tidak masalah tanpa ada hiburannya. Karena ada wabah Covid-19. Jadi harus mentaati himbauan dan peraturan pemerintah demi kebaikan dan keselamatan bersama,” ujar Suriyanto, salah satu warga Butoh usai mengikuti acara nyadranan.(sam)Â