Mendadak Mendidik di Era Pandemi Covid-19

20432

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Beberapa tahun belakangan ini, telah masuk pada era baru yakni tekhnologi industri 4.0. Dimana dunia telah bermigrasi dan bertransformasi dari dunia fisik ke dunia digital. Tidak berselang lama dunia dihebohkan dengan munculnya virus Covid-19 atau lebih sering disebut dengan virus corona yang berasal dari Wuhan, Cina.

Persebaran virus tersebut bisa dikatakan sangat cepat sehingga menjadi pandemic global, tak terkecuali di Indonesia. Covid-19 terdeteksi masuk pada awal bulan Maret tahun 2020. Pandemic global tentunya memaksa semua warga masyarakat untuk melaksanakan protocol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah.

Hal tersebut diterapkan kesemua elemen, termasuk elemen penyelenggara pendidikan. Tepatnya pada tanggal 17 Maret sekolah sekolah diliburkan dilanjutkan dengan pembelajaran daring (dalam jaringan). Ternyata pembelajaran via daring belum sepenuhnya efektif.

Mengurai hal tersebut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ademos bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Bojonegoro, Jawab Timur, mengadakan Sinau Bareng Virtual dengan tema Era Baru Pendidikan melalui aplikasi Zoom meeting. Dengan pembicara utama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Dandy Suprayitno, AP., M.Si.

Baca Juga :   Unigoro Cetak 74 Sarjana Pertanian, Perusahaan Ternama Siap Rekrut

Dandy begitu karib disapa menyampaikan, pendidikan dalam era pandemic harus bisa menyesuaikan dengan kondisi sekarang dan harus bisa menghadapi kondisi yang baru. Dinas Pendidikan Bojonegoro beberapa waktu ini telah merumuskan beberapa alternatif jika kita tetap bersekolah tatap muka.

Lebih lanjut disampaikan, guru dapat lebih mengenal anak didik dan lingkungan, namun tetap memperhatikan protocol kesehatan. Pihaknya juga telah mempersiapkan kurikulum daring dalam menyelenggarakan pendidikan. Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu dewan pendidikan Bojonegoro Ahmad Shodikin, S. Ag, MA.

“Penyelenggaraan pendidikan bisa dilakukan secara sekolah, tanpa perlu datang ke sekolah. Namun disisi lain, peserta didik perlu dilatih untuk disiplin, peningkatan keahlian, dan sikap dalam berperilaku,” kata Dandy melalui surat elektronik yang dikirim Ademos, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (01/07/2020) malam.

Sementara praktisi pendidikan yang diwakili oleh Ananing, S.Th.I., mengatakan, pendidikan era covid-19 disebut dengan istilah mendadak mendidik dengan cara baru di era pandemic. Budaya distruksi bidang pendidikan menjadi sesuatu yang sangat akrab dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini.

Baca Juga :   Kominfo dan Komnasdik Jatim Selenggarkan Webinar Serentak di 14 Kabupaten/Kota

“Awalnya terpaksa lama lama menjadi terbiasa,” ujarnya.

Terbitnya surat edaran dari menteri pendidikan, pendidikan tetap terlaksana via daring. Salah satu cita-cita luhur bangsa Indonesia yang tertuang di dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga walaupun dalam kondisi pandemi tetap harus dan aktif melakukan proses pembelajaran.

Di penghujung acara, salah satu pemerhati dunia pendidikan, M. Nuril Huda M.Pd, menyampaikan, Indonesia masih memiliki kendala dalam meningkatkan mutu pendidikan yang harus diselesaikan, sehingga harus menerapkan empat prinsip, yakni membangun dan mengembangkan kualitas tenaga pendidik, kurikulum menjadi prioritas pembangunan, akses pendidikan yang sama ditiap-tiap daerah, penyusunan dana penyelenggaran pendidikan.

“Dan meningkatkan tata kelola pendidikan,” tandasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *