SuaraBanyuurip.com -Â Â Ririn Wedia
Bojonegoro – PT Kereta Api Indonesia DAOP 8 Surabaya menyampaikan jika penutupan perlintasan kereta api di Desa Purwosari, Kecatamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, secara permanen demi menyelematkan banyak jiwa.
“Tidak hanya masyarakat pengguna jalan yang melintas, tetapi juga kereta api beserta penumpangnya,” kata Kepala Bagian Humas PT KAI DAOP 8, Suprapto, Sabtu (4/7/2020).Â
Dijelaskan pada tahun 2019 lalu telah mendapatkan aduan dari Stasiun Tobo tentang adanya perlintasan api liar atau ilegal. Pada titik tersebut ada alat pemindah jalur atau wesel kereta api.Â
“Jika sewaktu-waktu kereta api berpindah jalur dan masyarakat menyeberang, bisa dipastikan timbul kecelakaan,” tegasnya.
Begitu juga pada saat Pemkab Bojonegoro mengajukan proposal pengerasan jalan diperlintasan tersebut, keluarlah rekomendasi dari Kementerian Perhubungan yang menyatakan titik perlintasan berbahaya.Â
Oleh sebab itu, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Pemkab Bojonegoro dan Pemerintah Desa Purwosari untuk mensosialisasikan penutupan perlintasan kereta api tersebut. Â
“Karena rekomendasi yang keluar perlintasan jalan dititik itu sangat berbahaya, maka kami menutupnya secara permanen,” tandasnya.Â
Rekomendasi tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No PM 94 Tahun 2018 Tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Api Dengan Jalan.Â
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Andik Sudjarwo, mengungkapkan, telah membuat surat usulan pembangunan Pos PJL di lintas jalan Bougenvile – Purwosari namun tidak disetujui oleh Dinas Jawatan Kereta Api (DJKA).
“Karena di situ ada wesel dinamis di lintasan tersebut,” tegasnya.
Andik menjelaskan wesel adalah konstruksi rel kereta yang bercabang atau tempat memindahkan jurusan jalan kereta api.
“Karena lokasinya dekat dengan Stasiun Tobo,” pungkasnya.Â
Sebelumnya, penutupan palang pintu permanen oleh PT Kereta Api di Desa Purwosari dikeluhkan warga setempat. Perlintasan tersebut menghubungkan jalan lingkar flamboyan yang menjadi jalan alternatif warga untuk mengurai kemacetan di Pasar Desa Purwosari setiap pagi.(rien)