SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, merupakan salah satu desa terpencil dan terisolir di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Desa ini jarang terjamah pembangunan.Â
Secara geografis, Desa Napis berada di bawah perbukitan dan gunung membuat kawasan desa ini rawan terjadi bencana banjir bandang maupun tanah longsor. Kondisi tersebut diperparah rusaknya hutan akibat pembalakan liar beberapa tahun silam.
Beberapa dusun di desa ini terpisah antara satu dengan lainnya dengan sungai. Banyak jembatan yang harus dilalui untuk menuju satu dusun dengan dusun lainnya. Untuk menjangkaunya juga naik turun di daerah perbukitan.
Mayoritas masyarakat Napis bekerja sebagai pesanggem. Petani penggarap lahan hutan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dipilihnya Desa Napis sebagai sasaran Karya Bakti Skala Besar (KBSB) tahun 2020. Kegiatan yang dilaksanakan Kodim 0813 bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, itu dipusatkan di Dusun Jublek.
Pembukaan KBSB akan dilaksanakan, Senin (5/7/2020). Rencananya dibuka oleh Bupati Anna Muawanah, dan dihadiri Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Inf Muhammad Dariyanto.
Sebagai persiapan pembukaan KBSB, jajaran TNI Kodim 0813 Bojonegoro bersama masyarakat Dusun Jublek bergotong-royong kerja bakti pembersihan area yang akan dijadikan tempat pembukaan, Minggu (5/7/2020).
Warga terlihat antusias dan semangat. Mereka membersihkan saluran air di kanan kiri jalan, memasang banner dan umbul-umbul, hingga mendirikan terop.
“Senang ada KBSB di sini. Jadi ada pembangunan, sehingga bisa tambah bagus dan maju,” ujar Sardi warga setempat.
Danramil 0813-14/Tambakrejo Kapten Inf Jamari, menjelaskan KBSB tahun 2020 ini merupakan wujud sinergitas antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Kodim 0813 Bojonegoro, Korem 082/CPYJ untuk membantu percepatan pembangunan wilayah pedesaan.
“KBSB ini untuk mewujudkan semangat kekeluargaan, kebersamaan dan gotong-royong guna memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat,” pungkas Kapten Inf Jamari.(suko)