SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Pembangunan embung pelaksanaan komitmen tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditargetkan selesai pada Desember 2020. Namun, tim pelaksana (Timlak) desa setempat sebagi pelaksana pekerjaan optimis dapat menyelesaikan lebih cepat dari target yang ditentukan.
“Target kami akhir November selesai. Atau lebih cepat satu bulan dari target,” ujar Ketua Timlak Pembangunan Embung Desa Gayam, Pudjiono kepada suarabanyuurip.com di sela-sela pencanangan, Selasa (14/7/2020).
Pertimbangan Pudjiono jika pekerjaan sampai bulan Desember akan tidak efektif. Karena pada bulan itu sudah memasuki musim penghujan.Â
“Akan kita kerjakan secara lembur agar sebelum Desember sudah selesai,” ucapnya.
Menurut Pudjiono pembangunan embung ini tidak akan membutuhkan tenaga kerja banyak. Pekerjaan yang dilakukan sebagian besar adalah galian dengan menggunakan alat berat.
“Paling sekitar 20 an orang. Yang banyak pekerjaan di chek dam,” pungkasnya.Â
Pembangunan embung Desa Gayam ini terdiri dari tiga pekerjaan di dua lokasi. Yakni pembangunan embung di Dusun Kaliglonggong dengan anggaran program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat (PPM) sebesar Rp1.379.183.000, dan chek dam Rp787.967.000.
Sedangkan pekerjaan lainnya adalah pembangunan embung di belakang SMP Negeri Gayam, Dusun Gayam sebesar Rp217.230.000. Total anggaran pembangunan embung pelaksanaan komitmen TKD Gayam mencapai Rp2.384.380.000.
Untuk di Dusun Kaliglonggong dari lahan TKD seluas 2 hektar (Ha), tanah yang digunakan embung seluas 14.000 meter persegi (M2). Dengan kedalaman 3,5 meter dan daya tampung air sebanyak 49 ribu kubik.Â
Sedangkan di belakang SMPN 1 Gayam dari lahan TKD seluas 6.900 M2 yang dibuat embung seluas 2.500 M2. Dengan kedalaman 2,5 meter dan daya tambung air sebanyak 6.250 kubik.
Pembangunan embung ini mendapat dukungan penuh dari SKK Migas dan operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Dengan pendamping program dari Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B).
“Embung ini akan menjadi solusi untuk mengatasi masalah petani dalam memenuhi kebutuhan pengairan bagi pertaniannya,” ujar Kepala Desa Gayam, Winto.(suko)