Pembangunan Embung Gayam Dimulai

20496

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Petani di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak akan kesulitan lagi mencukupi kebutuhan pengairan bagi pertaniannya. Sebentar lagi di desa ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu-sebutan lain Desa Gayam- itu dibangun embung.

Sebagai awal pekerjaan telah dilaksanakan pencanangan pembangunan Embung Desa Gayam, di Dusun Kali Glonggong, Selasa (14/7/2020). Pembangunan embung ini sebagai pelaksanaan komitmen tukar guling desa (TKD) Gayam yang disepakati bersama pemerintah desa, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dan SKK Migas. 

Pencanangan pembangunan Embung Desa Gayam dihadiri Perwakilan EMCL Ichwan Arifin, Kepala Pertanahan Bojonegoro Yeri Agung Nugroho, Muspika Gayam, Kepala Desa Winto, dan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapakan protokol kesehatan secara ketat mulai memakai masker, cek suhu tubuh, cuci tangan hingga menjaga jarak.

Ada tiga pekerjaan pembangunan embung Desa Gayam. Yakni pembangunan embung di Dusun Kaliglonggong beserta chek dam, dan embung di belakang SMP Negeri 1 Gayam. 

Untuk embung di Dusun Kaliglonggong dari lahan TKD seluas 2 hektar (Ha), tanah yang digali seluas 14.000 meter persegi (M2). Dengan kedalaman 3,5 meter dan daya tampung air sebanyak 49 ribu kubik. 

Baca Juga :   Dorong Daya Saing Indonesia Hadapi MEA

Sedangkan embung di belakang SMPN 1 Gayam lahan TKD seluas 6.900 meter2, yang dibuat embung seluas 2.500 m2. Dengan kedalaman 2,5 meter dan daya tambung air sebanyak 6.250 kubik.

Pembangunan Embung Gayam didukung penuh EMCL dan SK Migas. Pelaksanaannya dikerjakan oleh Tim Pelaksana (Timlak) Desa Gayam dengan pendampingan dari Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B). 

Kepala Desa Gayam, Winto menyampaikan dengan pembangunan embung ini akan mengatasi kesulitan petani dalam memperoleh kebutuhan air untuk bercocok tanam. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mengangkat kesejahteraan petani.

“Semoga pembangunan embung ini menjadi langkah awal untuk pembangunan embung-embung lainnya. Karena sebagian besar warga Gayam merupakan petani,” ujar Winto.

Camat Gayam Agus Hariana Panca Putra berharap Embung Gayam ini kedepan tidak hanya untuk kebutuhan pertanian. Tapi bisa menjadi tempat wisata untuk mendukung wisata-wisata yang sudah ada di wilayah Gayam seperti Puthuk Kreweng di Desa Mojodelik, kolam pancing di Desa Bonorejo, perahu kuno di Desa Ngraho, dan agrowisata jambu kristal di Desa Ringintunggal.

Baca Juga :   Bahlil Siapkan Cara Tekan Impor LPG Hadapi Krisis Energi Dunia

“Bisa nanti di sini dibuat kolam pancing atau sepeda air,” saran Agus.

Kepala Kantor Pertanahan Bojonegoro, Yeri Agung Nugroho mengapresiasi pembangunan embung di TKD Gayam karena sesuai reformasi agraria yang sedang dilakukan pemerintah pusat. Menurut dua, ada dua reformasi yang sedang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yakni legalisasi aset kepada yang berhak dengan penerbitan sertifikat dan pemberian akses rekomendasi kepada tanah-tanah yang sudah bersertifikat agar bisa bermanfat.

“Akses rekomendasi ini bisa ke perbankan untuk permodalan atau pemanfaatan bangunan seperti pembangunan embung yang dilaksanakan di TKD Gayam ini,” tegas Yeri.

Perwakilan EMCL, Ichwan Arifin menyampaikan pembangunan Embung Gayam ini sebagai bentuk komitmen EMCL dalam pelaksanaan TKD Gayam.

“Saya harapkan embung ini nantinya dijaga dan dirawat dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Gayam,” pungkas Ichwan.(suko)




»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *