SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Alokasi Dana Desa (ADD) tahap II untuk desa penghasil migas Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terjun bebas. Padahal lapangan migas yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sekarang sedang berproduksi 220 ribu barel per hari (Bph).
Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, ADD tahap I yang diterima Desa Gayam-desa penghasil migas Banyu Urip, Blok Cepu- sebesar Rp705.553.750. Jumlah tersebut menurun di tahap II menjadi Rp128.710.275.
Sementara ADD Mojodelik tahap I sebesar Rp705.131.250, kemudian turun menjadi menjadi Rp126.159.575 pada tahap II. Penurunan tersebut akibat adanya perubahan APBD tahun 2020 untuk penanganan Covid-19.Â
“Untuk tahap pertama sudah cair semua, sementara tahap kedua masih proses. Jumlahnya turun dari nilai pagu di APBD induk,” kata Kepala Seksi Bina Keuangan Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (PMD) Bojonegoro, Haris Efendi, Kamis (16/7/2020).Â
Dijelaskan ADD Tahap I di Bojonegoro masih menggunakan pagu yang lama yakni sebesar Rp110.913, 831, 250 dari pagu induk di APBD sebesar Rp221.827.662.500. Sementara 25 persen untuk ADD tahap II yang sudah disesuaikan dari pagu Rp172.071.355.800 adalah sebesar Rp30.578.762.275.
“Tahap kedua mengalami penurunan karena adanya Pandemi Covid-19. Hal itu sudah sesuai dengan PMK 35/07/2020,” tegasnya. Â
Sedangkan untuk ADD tahap III knanti ada perubahan lagi di APBD Perubahan.Â
“tapi estimasi penurunan hingga Rp1 miliar,” pungkas Haris.(rien)Â