SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pekerja migas menjadi klaster baru penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dari 56 pekerja yang dinyatakan positif corona, 51 orang dirawat di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, empat pekerja di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, dan satu isolasi mandiri di rumah.
“Dalam rapat kemarin pekerja migas memang menjadi salah satu cluster, dari 6 cluster yang ada di Bojonegoro,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin, Jumat (17/7/2020) malam.
Sesuai protokol kesehatan, Gugus Tugas Kabupaten telah melakukan tracing-pelacakan-terhadap warga yang kontak dengan pasien positif untuk dilakukan rapid test dan swab. Karena rata-rata pekerja migas selama ini kontrak di rumah-rumah warga.Â
Vice Presiden Public and Relations Pertamina EP Cepu (PEPC), Wishnu Bahriansyah, menyampaikan terus meningkatkan dan memperketat protokol mitigasi pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB). Seperti menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan, dan penyemprotan disinfektan secara rutin.
Selain itu juga melaksanakan rapid tes pada semua pekerja di proyek JTB untuk mendeteksi dini, dan menata ulang jadwal kerja, mengindetifikasi fabrikasi peralatan dari negara yang terdampak Covid-19 ke negara yang tidak terdampak untuk meminimalisir penyebaran.
Sementara itu data sebaran virus corona di Bojonegoro hari ini masih ada tambahan kasus baru sebanyak dua orang di Kecamatan Baureno dan Kepohbaru (dari kasus suspect). Selain itu, sebanyak 27 pasien positif dinyatakan sembuh. Yakni di Kecamatan Bojonegoro 16 orang, Trucuk 3 orang, dander 3 orang, Sumberrejo 2 orang, Purwosari 1 orang, Kasiman 1 orang dan Malo 1 orang.Â
Sehingga kasus positif virus corona secara kumulatif di Bojonegoro sebanyak 219 orang. Meliputi 92 orang dirawat, 107 sembuh dan 20 orang meninggal dunia.(rien)Â