SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro-Pemerintah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengimbau kepada semua kontraktor dan pekerja migas di wilayahnya untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan virus corona atau Covid-19.
Imbauan ini kembali disampaikan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona menyusul adanya 56 pekerja Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang terpapar virus dari Wuhan China. Dari jumlah itu, 51 pekerja sedang mejalani isolasi di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, 4 pekerja dirawat di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dan 1 pekerja isolasi mandiri di rumah.
“Meskipun sekarang ini mulai penerapan adaptasi kebiasaan baru, bukan berarti protokol kesehatan diabaikan,” tegas Agus kepada suarabanyuurip.com, Selasa (21/7/2020).
Agus mengingatkan protokol kesehatan harus disiplin diterapkan baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja. Mulai dari membiasakan cuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak.Â
Imbauan tersebut, lanjut Agus sudah disampaikan kepada semua kontraktor maupun pekerja migas secara tertulis maupun setiap dalam kesempatan sejak Bupati Anna Muawanah menerapkan status kejadian luar biasa (KLB) bencana non alam pada pertengahan Maret 2020 lalu.Â
“Bahkan kita bersama gugus tugas desa pernah melakukan operasi di jalan poros kecamatan bagi warga maupun pekerja migas yang tidak pakai masker. Tujuannya agar disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ungkap mantan Plt. Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro itu.Â
Dijelaskan, Forkompimcam Gayam berinisiatif membentuk pamswakarsa di masing-masing desa yang terdiri dari linmas untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.Â
“Seperti jika ada tamu yang menginap 1×24 jam wajib lapor,” tegasnya.
Agus menambahkan, pihaknya hanya bisa mengantisipasi penyebaran virus corona dari pekerja migas JTB di wilayah Gayam. Karena ada pekerja yang selama ini menginap di rumah-rumah warga.
“Ada 400-an pekerja yang kost di rumah warga. Tapi sekarang jumlahnya sudah berkurang. Mereka tersebar di 12 desa,” pungkas Agus. Â
Pelibatan linmas dalam penanganan dan pencegahan virus corona menyongsong penerapan adaptasi kebiasaan baru ini sejalan dengan harapan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah. Bupati menegaskan, Linmas merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19 yang sedang mewabah di tingkat desa. Â
“Maka dari itu perlu adanya penguatan terhadapa anggota Linmas di tiap desa, agar kedepan anggota Linmas bisa menjelaskan mengenai adaptasi kebiasaan baru dalam menangani covid-19,” ujar Bupati saat menghadiri pembekalan anggota Linmas se Kecamatan Purwosari, Selasa (21/7/2020).(suko)