RJJ Rapid Test Massal 4.300 Naker GPF JTB

20545

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Kontraktor pelaksana proyek Gas Processing Facility (GPF) JTB, Consortium PT Rekayasa Industri-JGC Corp-JIND (RJJ), tanpa henti melakukan upaya pencegahan penyebaran virus covid-19. Tak hanya melakukan penyemprotan disinfektan di kantor dan mess tenaga kerja (Naker) saja. Namun juga melakukan rapid test massal secara bertahap terhadap 4.300 naker GPF JTB.

“Sejak 30 Juni sampai 21 Juli 2020, sudah 2.200 naker yang di rapid test dari jumlah total 4.300 naker. Sedangkan yang belum, masih terus dilakukan rapid test sampai tuntas,” kata Site Manager RJJ, Zainal Arifin, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (21/7/2020) kemarin.

Pria humanis ini menegaskan, sejak adanya wabah Covid-19 pihaknya juga sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan himbauan pemerintah. Baik mengkarantina naker luar daerah yang hendak beraktivitas di proyek GPF JTB.

Semisal adanya Manpower baru non lokal harus mengantongi surat pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) kesehatan. Tak cukup itu saja, meski sudah mengantongi PCR masih juga dilakukan karantina selama 14 hari ditempat yang sudah disediakan perusahaan.

Baca Juga :   Penghentian Instruksi Pimpinan JOB P-PEJ

“Selama proses karantina kok diketahui positif terjangkit, maka tetap di pulangkan. Sebaliknya jika hasilnya negatif baru diperbolehkan masuk ke site,” tegasnya.

Perlakuan yang sama dilakukan untuk lokal Bojonegoro, jika diketahui positif juga dilakukan karantina. Tapi jika hasilnya negatif maka langsung diperbolehkan masuk  kerja.

“Semoga saja wabah ini segera berakhir, sehingga aktivitas di proyek JTB bisa kembali lancar, aman, kondusif, seperti sediakala,” pungkasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *