SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan belum maksimalnya program tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responsibilities/CSR) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dari aktivitas sumur minyak tua di wilayahnya.
“Tahun ini belum ada kontribusi dari PT BBS ke desa,” kata Kepala Desa Beji, Rahayu Ningsih kepada suarabanyuurip.com, Senin (27/7/2020).Â
Bu Ning, bisa disapa, mengungkapkan, kontribusi dari PT BBS tahun 2019 lalu berupa bantuan program Kesehatan untuk Posyandu dan penghijauan. Sementara Pendapatan Asli Desa (PAD) secara langsung tidak ada.Â
“PAD ini sebenernya sudah disepakati bersama, tapi juga belum ada ke desa sama sekali,” tegasnya.
Bu Ning berharap kepada PT BBS untuk memberikan komitmen sesuai kesepakatan bersama. Terlebih, di Desa Beji ada 30 sumur minyak tua meski tidak semua aktif yang sekarang dikelola penambang di bawah naungan PT BBS.
Dikonfirmasi terpisah, Manager Proyek PT BBS, M Imron menyampaikan jika tahun 2020 ini semua desa di Kecamatan Kedewan sudah mendapatkan program CSR. Â
“Program tahun 2019 diberikan tahun 2020. Kalau PAD ke desa nggak ada,” ujarnya.(rien)