SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pelaksana proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Rekayasa Industri (Rekind) bakal menjalin koordinasi intensif dengan pihak Perhutani Bojonegoro, Jawa Timur, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan sekitar lokasi GPF JTB dimusim kemarau tahun ini.
Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, mengatakan, terkait dengan pengantisipasian terjadinya kebakaran perlu dilakukan koordinasi dengan pihak Perhutani secara intensif. Mengingat area GPF JTB berada didalam kawasan Perhutani.
Masalah yang terjadi di Perhutani seperti bahaya kebakaran dari semak-semak yang dekat dengan pagar keliling proyek akan berdampak juga terhadap kelangsungan jalannya pekerjaan proyek. Dikarenakan asap yang terjadi akan masuk ke area kerja.
“Sedangkan rumput-rumput yang berada didalam proyek akan dilakukan penyiraman lebih sering lagi agar rumput tidak mati dan tetap tumbuh subur,” kata Zainal Arifin, kepada Suarabanyuurip.com, melalui pesan WhatsApp, Senin (3/8/2020).
Pria humanis ini berharap, kedepan perlu dilakulan sinergi antara Perhutani dengan Team Proyek. Sehingga bisa dilakukan pemetaan bersama mana daerah yang rawan terjadi kebakaran semak-semak yang dapat mengganggu aktivitas proyek.
“Dan segera dilakukan tindakan pencegahan bersama, misal menyiapkan tandon air atau pond / pit kecil yang dapat menampung sejumlah air yang dekat lokasi titik rawan kebakaran,” pungkasnya.(sam)