SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pengelola sumur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kolibri, Pertamina EP Asset 4, tunggu lampu hijau dari Pemkab Bojonegoro atas revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW), dan baru melakukan sosialisasi untuk kegiatan sumur Kolibri di Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Rencana sosialisasi kegiatan di sumur Kolibri setelah green light atas revisi RTRW selesai,” kata General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (12/8/2020) malam.
Diberitakan sebelumnya, bahwa kebutuhan lahan untuk pengembangan lapangan gas Kolibri telah tersedia seluas sekira 4 hektar (Ha).
“Sudah dibebaskan tahun 2018 lalu oleh Pertamina,” ujar Kepala Desa Bondol, H Katam dihubungi suarabanyuurip.com, Rabu (12/8/2020).
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa harga tanah per meter persegi yang dibebaskan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Pemerintah desa hanya sebatas memfasilitasi dalam pembebasan tersebut. Sedangkan transaksi langsung ke rekening masing-masing pemilik lahan.
Tanah yang dibebaskan untuk pengembangan sumur gas Kolibri merupakan tanah tadah hujan.
“Tanah kering,” ucap Katam.
Menurut dia, sejak pembebasan lahan selesai belum ada kabar lagi kelanjutan kegiatan pengembangan sumur gas Kolibri.
“Belum ada sosialiasi lagi. Jadi kalau ditanya harapan ya belum tahu. Karena belum tahu kontraktornya nanti siapa yang mengerjakan dan apa saja yang dibutuhkan,” tutur Katam.
Senada disampaikan Camat Ngambon, Sudiaris. Menurutnya, sampai saat ini belum ada sosialisasi rencana eksplorasi sumur gas Kolibri dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
“Belum ada,” ucapnya dikonfirmasi terpisah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Hanafi menyampaikan, proses izin lingkungan eksplorasi sumur gas Kolibri masih menunggu pembahasan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
“RTRW-nya masih dibahas bersama pengembangan Pad C Sukowati di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk,” ujarnya.(sam)