5 Bulan Mati Suri, Wisata Bojonegoro Dibuka Kembali

20706

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Setelah lima bulan mati suri akibat pandemi virus corona atau Covid-19, objek wisata di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai dibuka kembali. Pembukaan kembali ditandai launching reopening tempat wisata Bojonegoro tahun 2020 di objek wisata Khayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Sabtu, (15/8/2020).

Pembukaan kembali objek wisata Bojonegoro disambut baik pengelola wisata. Mereka sudah lama menunggu kepastian pembukaan tempat wisata dari pemerintah kabupaten (Pemkab).

“Kami selaku pokdarwis menyambut baik dan lebih semangat lagi untuk mengembangkan wisata menjadi lebih baik,” ujar Priyo Sulistiyo, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu- pengelola Agrowisata Belimbing-, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu malam.

Priyo, sapaan akrabnya, akan menerapkan  protokol kesehatan secara ketat bagi pengunjung maupun petugas wisata karena masih dalam masa pandemi corona. Mulai dari selalu menjaga kebersihan, menyediakan tempat cuci tangan, wajib memakai masker, dan jaga jarak.

“Karena sudah resmi, kita sudah mulai menerapkan tiket masuk,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Budiyanto menyampaikan tatanan adaptasi kebiasaan baru menjadi titik awal upaya membangkitkan kembali sektor wisata di Bojonegoro dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat bagi pengelola maupun pengunjung wisata agar tidak ada klaster baru.

Baca Juga :   HJT Bersamaan Gelar Seni Budaya Pesisir

Dijelaskan Disbudpar sebelumnya telah melakukan simulasi dan uji coba sebelum diputuskan untuk membuka kembali tempat wisata.

“Setelah pembukaan akan dilakukan monitoring dan evaluasi,” tegas saat di launcing reopening.

Menurut dia, satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bojonegoro telah memberi izin kepada sektor pariwisata alam untuk dibuka kembali secara bertahap di tengah upaya adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi .

“Dengan catatan diberlakukan protokol covid-19 secara ketat,” tegas Budi.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menyampaikan tatanan adaptasi kebiasaan baru ini menjadi momentum membangkitkan kembali sektor wisata di Bojonegoro setelah 5 bulan tidak berjalan akibat masa pandemi.

Pembukaan kembali wisata di Bojonegoro ini, lanjut dia, berdasarkan surat edaran Gubernur, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan menerapkan regulasi pemerintah.

“Diharapkan dengan di bukanya kembali tempat wisata kedepannya bisa menggerakkan sektor ekonomi mikro ultra dan kecil bagi pelaku usaha Bojonegoro,” pungkas bupati perempuan pertama Bojonegoro itu.(suko) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *