SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Taman bunga di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum dibuka secara resmi. Namun taman cantik tersebut sudah banyak dikunjungi warga lokal maupun luar daerah. Para pengunjung diantaranya berasal dari Kabupaten Nganjuk, Tuban, dan Lamongan.
Kepala Desa Kalianyar Ibnu Ismail mengatakan, taman bunga memanfaatkan lahan seluas 1 hektare yang awalnya merupakan lapangan sepakbola. Namun, sudah beberapa tahun mangkrak dan tidak difungsikan.Â
Lalu, Pemerintah Desa (Pemdes) Kalianyar dan Pemuda Karang Taruna, mempunyai inisiatif untuk membuat taman bunga dengan menyuguhkan spot foto yang menarik. Nantinya, setelah dibuka secara resmi akan dijadikan tempat selfie atau wisata.Â
“Ya, daripada mangkrak dialih fungsikan menjadi taman,†katannya saat ditemui suarabanyuurip.com di area taman Sabtu (15/8/2019).
Taman bunga tersebut memang indah, nyaman dan sejuk. Selain bisa digunakan berswafoto dan tempat bermain, taman juga dilengkapi dengan kedai kopi kekinian cocok untuk pengunjung millenial.
Ibnu Ismail berharap dengan adanya taman ini juga diharapkan bisa meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat dan mengurangi angka pengangguran, terutama di Desa Kalianyar.
“Tujuannya menyerap banyak tenaga kerja. Hingga kini, sudah menyerap sekitar 60 tenaga kerja,†kata Ibnu sapaan akrabnya.
Lelaki usia 39 tahun itu menambahkan, rencananya taman ini akan dikembangkan terus agar punya fasilitas lebih lengkap. Karena saat ini masih ada tanah sekitar 3 hektare yang belum termanfaatkan.
“Memang sudah banyak jenis tanaman seperti bunga tabebuya, pohon pule, dan kembang kertas. Akan terus dikembangkan lagi dengan menambah kolam renang, mina padi, dan out bound,†ungkapnya.
Ketua Karang Taruna Desa Kalianyar, Muhammad Shohib mengatakan, taman ini diberikan nama Taman Kalianyar Mumbul yakni kepanjangan dari maju, mandiri, bermartabat, dan unggul. Karena, proses pembuatan taman ini penuh dengan perjuangan.
“Sebenarnya Taman Kalianyar Mumbul ini, rencananya akan dibuka sebelum puasa kemarin,†ungkap pria usia 34 tahun itu.
Namun, dari pemerintah menginstruksikan untuk menutup semua wisata dikarenakan pandemi Covid 19. Akhirnya pembukaan secara resmi ditunda oleh pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hingga kini.
“Meski sudah ada pengunjung, pihak pengelola tetap mematuhi protokol kesehatan,†katanya.
Sementara itu, masyarakat sangat antusias dalam pembuatan Taman Kalianyar Mumbul ini. Terbukti dari penanaman pohon, jalan, dan tempat bermain dilakukan secara bersama-sama. Â
“Semua masyarakat patungan dalam pembuatan taman,†ungkapnya. (jk)