SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Anggaran penanganan dan pencegahan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencapai sekitar Rp956 miliar. Dari jumlah tersebut hingga saat ini sudah terserap Rp65 miliar.
“Serapan itu mulai Maret lalu saat penetapan kejadian luar biasa bencana non alam sampai Agustus ini,” ujar Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin saat mengikuti rapat Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah(TAPD), Rabu (19/8/2020) lalu.
Anggaran Rp956 miliar tersebut terdiri dari belanja tidak terduga sebesar Rp851 miliar dan terealisasi Rp1,5 miliar. Belanja Langsung SKPD sebesar Rp105.250.536.402 dengan rincian untuk penanganan kesehatan Rp. 66.640.536.402 terealisasi Rp. 25.080.419.291, dan jaring pengaman sosial Rp. 38.610.000.000 terealisasi Rp. 38.571.006.700.
Masirin menjelaskan, anggaran untuk belanja tidak terduga tersebut sebenarnya alokasinya bukan hanya untuk penanganan Covid-19, melainkan bencana secara umum.
“Seperti kebakaran, kekeringan, maupun banjir dan lain-lain,†ujarnya.
Sedangkan anggaaran yang murni digunakan untuk penanganan Covid-19 masuk dalam belanja langsung organisasi perangkat SKPDÂ Rp105.250.536.402.
“Anggaran itu untuk tiga SKPD yakni Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BPBD,†pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholihin menyampaikan penganggaran penanganan dan pencegahan virus corona ini sesuai surat keputusan bersama (SKB) menteri yang mewajibkan setiap kabupaten/kota menyiapkan 35% anggaran dari APBD.
Menurut Imam, 35% anggaran dari APBD itu untuk penanganan dan pencegahan virus corona seperti sosialiasasi, dan pengadaan peralatan. APBD Bojonegoro tahun 2020 ini sebesar Rp5,7 triliun.
“Jika tidak terpenuhi 35% gubernur dilarang memberi rekomendasi. Itu sudah terjadi dibeberapa kabupaten/kota,” pungkas politisi PKB itu.
Sementara itu, berdasarkan update sebaran virus corona di Kabupaten Bojonegoro, Jumat (21/8/2020), kasus konfirmasi positif hari ini terdapat penambahan baru 1 orang di Kecamatan Balen. Sehingga kasus konfirmasi positif 46 orang.
Konfirmasi positif kumulatif sebanyak 302 orang, meliputi aktif (dirawat) 46 orang, sembuh 224 orang dan meninggal dunia 32 orang. Sedangkab kasus suspect sebanyak 48 orang.(suko)Â