Masuki Musim Panen, Kebun Jambu Kristal Bojonegoro Diserbu Pengunjung

20763

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Kebun Jambu Kristal di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diserbu pengunjung. Saat ini kebun jambu yang berada di timur bendung gerak itu memasuki masa panen.

Di tempat ini pengunjung bisa memetik langsung Jambu Kristal segar di kebun. Lokasinya tak jauh dari Agrowisata Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun empat.

Dari kebun Belimbing, pengunjung bisa menyusuri jalan aspal menuju Bendung Gerak. Kemudian melewati jalan pintu bendungan ke arah timur, lalu turun tanggul. 

Luas kebun Jambu Kristal mencapai 5 hektar (Ha), yang dimiliki oleh 20 petani. Harga per kilogramnya Rp15.000.

“Sama dengan harga pasar. Tapi di sini enak. Kita bisa memilih langsung di kebun. Apalagi buahnya masih segar-segar,” ujar Hidayah (40), warga Purwosari, Minggu (23/8/2020).

Hidayah mengaku membeli 11 kilogram (Kg). Ia memilih jambu kristal yang masak dan besar-besar.

“Keluarganya banyak. Jadi belinya lumayan,” ucap wanita berhijab itu.

Baca Juga :   567 Karya Program KKN Mahasiswa Unigoro Jadi Dokumen Pendukung Geopark Bojonegoro menuju UGGp

Senada disampaikan Warti (43). Warga Desa Wedi, Kecamatan Purwosari itu memilih membeli jambu kristal di kebun sambil rekreasi bersa keluarganya. 

“Tadi habis dari kebun Belimbing, terus mampir ke sini,” terangnya dikonfirmasi terpisah bersama suami dan anaknya.

Sunardi (38), salah satu petani Jambu Kristal mengatakan, memiliki 250 pohon Jambu Kristal. Dalam setahun bisa panen tiga kali. Setiap kali panen bisa sampai 6 ton. 

“Ini musim panen ke tiga tahun ini. Panen kedua kemarin sepi pengunjung karena bertepatan pandemi corona,” ujarnya di temui dikebun. 

Dari budidaya Jambu Kristal ini, Sunardi mengaku bisa memperoleh pendapatan kotor hingga Rp60 juta setiap panen. Pendapatan itu diperoleh dari hasil penjualan kepada tengkulak dengan harga Rp 12.000/Kg. 

“Kalau jual ke pengunjung Rp15.000 per Kg. Tapi pengunjung tidak setiap hari datang. Paling ramai hari Sabtu dan Minggu. Jadi kalau hanya mengandalkan pengunjung, buahnya bisa busuk,” tutur pria yang mulai budidaya dua tahun silam ini.

Budidaya Jambu Kristal ini lebih menguntungkan dari tanam padi. Sunardi membandingkan, jika lahannya ditanami padi hanya bisa menghasilkan 2 ton gabah, dengan biaya tanam lebih mahal karena tanah pasir lebih doyan pupuk.

Baca Juga :   Kolaborasi Swarna dan Bale Parawangsa Bangun Ekosistem Budaya dan Ekonomi Kreatif di Bojonegoro

“Dulu tanah ini ditanami padi oleh mertua. Setiap panen ya habis buat bayar biaya produksi. Tapi kalau Jambu Kristal ini biaya produksi tidak sampai 10 juta,” terangnya.

Menurut dia, biaya budidaya Jambu Kristal besar di awal. Karena harus membeli bibit di Magelang. 200 bibit menghabis biaya Rp200 juta. 

Kemudian, menyiapkan dan mengolah lahannya. Namun, setelah lima sampai enam bulan, Jambu Kristal sudah mulai bisa dipanen meskipun dalam jumlah tidak banyak.

“Panenan awal sudah bisa untuk mengganti biaya pupuk, plastik untuk blongsong jambu dan lain-lainya. Panenan berikutnya tinggal menikmati hasilnya,” pungkas pria asli Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu itu.(suko) 














»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *