Wisata Kracakan Desa Payaman, Pesona Sungai Bengawan Solo saat Kemarau

20762

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Wisata Kracakan di Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro sudah tak asing di telinga warga Bojonegoro. Wisata Kracakan yang menawarkan pemandangan indah di sungai Bengawan Solo ini hanya bisa ditemui pada musim kemarau.

Pemerintah Desa sudah merencanakan akan mengembangkan berbagai fasilitas untuk menunjang wisata alam tersebut. Meski fasilitas belum lengkap, kini wisata tersebut sudah ramai dikunjungi wisatawan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Payaman, Hamid mengatakan, hingga kini sudah ada penambahan fasilitas di antaranya memasang spot selfie dan warung kopi untuk bersantai bagi para pengunjung.

“Tujuannya tidak hanya dikunjungi ketika musim kemarau saja,” katanya.

Dia mengatakan, adanya wisata ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar terutama Desa Payaman. Hingga kini, sudah menyerap tenaga kerja enam orang.

“Rencananya akan terus ditambah, agar mengurangi pengangguran,” ucapnya saat ditemui di area wisata.

Hamid sapaan akrabnya mengatakan, pengunjung sangat ramai. Dalam sehari bisa mencapai 300 pengunjung.

“Bahkan bisa lebih,” tegasnya kepada SuaraBanyuurip.com.

Baca Juga :   Pasar Keroncong, Cara Seniman Bojonegoro Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi

Dia menjelaskan, Kracakan sendiri merupakan air terjun kecil yang berada di tengah-tengah sungai Bengawan Solo, yang menghasilkan suara kracak (gemericik), sehingga warga sekitar menyebutnya Kracakan.

“Karena itu warga setempat dulu menyebutnya dengan nama Kracakan,” jelasnya. (jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *