SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Mengunjungi destinasi wisata bagi Irfan Sugiantoro merupakan hiburan agar pikiran jadi fresh. Namun berwisata kurang lengkap rasanya jika belum berswafoto. Kebiasaan itulah yang dilakoninya dan kemudian membuka peluang usaha.
Awalnya ia membeli kamera. Lalu secara otodidak belajar fotografi. “Dari hasil jepretan foto itu. Lalu, saya unggah ke dalam media sosial,†katanya mengawali ceritanya kepada suarabanyuurip.con, Selasa (01/08/2020).
Irfan mengatakan, beberapa foto yang dihasilkan menarik perhatian temannya. Lalu, mulailah ia menerima job pemotretan, seperti acara pernikahan, dan acara-acara lain. Kini dalam sehari terkadang ia menerima 2 hingga tiga pemotretan.
Ia hanya membawa keberanian dan tekad saja. Karena, bagi Irfan tanpa keberanian tidak akan ada pengalaman. Dalam pemotretan, ia tidak pernah membatasi atau mematok harga. Karena, ia menyadari baru awal dan belum berpengalaman. Namun, kini ia sering kebanjiran kerja pemotretan. Meski, masih dalam sekitaran kota.
“Terkadang sekali pemotretan Rp 200 ribu. Bahkan lebih, tergantung banyaknya foto,†katanya.Â
Lelaki asal Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur, itu sebenarnya Irfan selain memiliki keahlian fotografer. Ia memiliki usaha kaus sablon bersama temannya. Itu juga, ia dapatkan ketika masih menjadi pelajar.Â
‘’Ya, untuk menambah penghasilan. Fokus pemasarannya untuk sementara masih menggunakan media online’’ kata Irfan. (jk)