Pembelajaran Tatap Muka, MAN 1 Bojonegoro Terapkan Sistem Ganjil Genap

20847

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro – Lembaga pendidikan tingkat SMA di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur; sudah mulai ada yang menerapkan pembelajaran tatap muka. Sejak 18 Agustus lalu ada tiga sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Yakni SMKN 1 Bojonegoro, SMAN 1 Bojonegoro, dan  MAN 1 Bojonegoro.

Kepala Sekolah (Kepsek) MAN 1 Bojonegoro Saifuddin Yulianto mengatakan, ada perbedaan proses pembelajaran pada masa pendemi. Jika sebelumnya, pembelajaran dilakukan secara penuh, namun, sekarang menggunakan kurikulum darurat Covid-19.

“Pembelajaran tatap muka dilakukan menggunakan protokol kesehatan,” katanya Rabu, (2/9/2020).

Saifuddin sapaan akrabnya mengatakan, proses pembelajaran di MAN 1 Bojonegoro menggunakan sistem ganjil genap sesuai nomor absen. Dan sebelum masuk kelas para siswa harus mencuci tangan dahulu, memakai masker dan menjaga jarak ketika di dalam kelas.

Selain itu, lanjut dia, ketika siswa yang berabsen ganjil sudah selesai melakukan pembelajaran, maka ruang kelas akan disterilisasi dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Sebab, agar tidak terjadi kekhawatiran pada siswa yang menggunakan kelas berikutnya.

“Ya, peraturan harus diperketat untuk mencegah virus corona,” ujarnya kepada SuaraBanyuurip.com.

Baca Juga :   Kelompok 21 KKN-TK Unigoro Awali Kegiatan Melatih Digital Marketing Warga Desa Klino

Dia menjelaskan, bagi siswa yang memiliki nomer absen ganjil mulai masuk kelas pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB. Sedangkan siswa memiliki absen genap masuk kelas pukul 13.00 WIB hingga 14.30 WIB. Karena itu, dalam satu bangku hanya disi satu sisiwa saja. 

“Proses pembelajaran masing-masing dilakukan hanya 20 menit saja,” katanya.

Lelaki asal Tuban itu mengatakan, siswa harus membawa surat keterangan sehat dari pukesmas. Selain itu, juga harus membawa surat izin dari orang tua karena itu termasuk persyaratan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. 

“Ketika ada siswa yang belum memperoleh izin dari orang tua, pihak sekolah tetap akan melayani dalam proses pembelajaran dalam jaringan,” katanya.

Sementara itu, para guru juga wajib menggunakan protokol kesehatan Seperti surat keterangan sehat dan harus melakukan rapid tes.  

“Semua itu dilakukan untuk pencegahan,” katanya (jk)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *