Jamasan Pusaka Nagaderu, Menjaga Warisan Leluhur

20959

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Sumberrejo bekerjasama dengan Pemerintah Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, menggelar jamasan pusaka Pasopati Nagaderu, Rabu (16/9/2020). Acara ini dikuti sekitar 41 peserta dari Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro dengan membawa pusaka masing-masing. 

Jamasan pusaka dan kirab pusaka Nagaderu ini baru dilakukan pertama kali di Desa Deru. Tujuannya untuk melestarikan budaya yang ditinggalkan para leluhur. Nantinya, setelah dijamasi pusaka dikirab.

Wakil Ketua 1 Kwartar Sumberrejo Maksum yang juga Ketua Panitia Kirab mengatakan, terdapat 41 buah pusaka yang dijamas, dikirab dan dibawa berkeliling Desa Deru. Sementara warga melihat pusaka yang dijamas.

“Sebelumnya, ada 26 pusaka namun ada penambahan lagi dari warga,” katanya, Rabu (16/9/2020). 

Dia mengatakan, upacara jamasan pusaka umumnya dilakukan secara bertahap. Seperti tahapan bunga setaman, perendaman dengan air mengkudu selama seminggu, air kelapa, dan melakukan ritual tertentu.   

“Setelah itu, pemandian atau jamasan pusaka,” ungkapnya. 

Maksum menjelaskan, selain membersihkan secara fisik, prosesi itu juga sebenarnya bertujuan untuk membersihkan diri. Secara fisik dibersihkan dan secara kebatinan juga dibersihkan. 

Baca Juga :   Bojonegoro Menyapa Dunia dengan Thengul

“Dan bagaimana melestarikan tinggalan luluhur yang masih ada,”  jelasnya. 

Masyarakat, lanjut dia, harus bangga akan budaya yang ditinggalkan leluhur. Karena, itu sangat penting bagi kepribadian bangsa dan sejarah.   

“Bukan malah dijual ke luar negeri. Seharusnya dijaga dan disimpan karena warisan leluhur,” katanya. (jk)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *