Menakar Kekuatan Kontestan Pilkada Blora

21059

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Tiga pasangan kontestan politik pemilihan kepala daerah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tahun 2020, harus mengumpulkan kekuatan untuk merebut hati rakyat dalam pertarungan mendatang. Mereka mulai tancap gas setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan dan menentukan nomor urut pasangan.

Menurut Pengamat Politik Sosial dan Budaya Kabupaten Blora, Asim, masing-masing kontestan sekarang ini masih berupaya memenuhi kekuatan untuk bertarung. 

“Dalam hal ini bukan banyaknya suara pendukung. Namun kekuatan untuk bertarung mulai sekarang ini sampai pelaksanaan pemungutan suara,” tandasnya kepada suarabanyuurip.com, Jumat (2/10/2020).

Sebab, kata dia, pasangan kontestan nomor urut 1, Dwi Astuti Ningsih – Reza Yuda diprediksi hanya memiliki kekuatan 15 %. Mereka baru muncul di menit terakhir menjelang pendaftaran di KPU Blora. Pemanasan mesin baru dilakukan usai mereka melakukan pendaftran.

“Butuh tenaga ekstra untuk menghimpun kekuatan. Beda cerita jika mereka sengaja dipasang oleh kontestan lain,” kata Gus Asim, sapaan akrabnya.

Sementara lasangan kontestan nomor urut 2, Arief Rahman – Tri Yuli Setyowati, menurut dia, sekarang ini memiliki 40% kekuatan. Karena sejak awal Arief Rahman telah mendampingi Bupati Blora Djoko Nugroho, dan sudah mendeklarasikan diri sebagai calon bupati. Meskipun belum ada calon pasangan yang akan mendampinginya.

“Sejak saat itu pula kekuatan politik sudah dipanasi. Terutama partai PKB sebagai pengusung,” ujarnya.

Apalagi saat itu Arif Rahman mendapatkan dukungan dari Djoko Nugroho. Sebab, Kokok-panggilan akrabDjoko Nugroho-menyatakan, jika dari pihak keluarganya tidak akan ada yang maju dalam pilkada. 

“Meskipun kenyataan akhirnya berbeda,” ucap pria kelahiran Bojonegoro ini. 

Gus Asim menyatakan, ada banyak manuver politik yang bisa digunakan oleh kontestan nomor urut 2 ini.

“Tergantung apakah merekah bisa menggunakannya,” ujar mantan staf khusus Gubernur Kepulauan Riau ini.

Sedangkan pasangan nomor urut 3 Umi Kulsum – Agus Sugiyanto, lanjut Gus Asim, juga memiliki kekuatan yang sama, yakni  40% kekuatan. Pasangan ini merupakan pencitraan penguasa lama. Djoko Nugroho sebagai suami Umi Kulsum. Yang menjabat selama 10 tahun, dan saat ini masih berkuasa.

“Dari sisi manapun, pasangan ini lebih unggul dan kuat dibanding pasangan lain,” jelasnya.

Disampaikan, masih ada 5% kekuatan yang ini harus diperebutkan oleh kontestan nomor 2 dan nomor 3. Karena dalam Pilkada Blora ini merupakan pertarungan Wakil Bupati dan Bupati Blora.

Pria yang tinggal di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora ini, mengajak semua masyarakat Blora yang memiliki hak suara, untuk menggunakan hak pilihnya.

“Sebab, satu suara menentukan nasih Kabupaten Blora. Perlu saya tegaskan, tidak dibenarkan dinasti di negeri ini, khususnya Blora,” tandas Gus Asim.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *