Nilai Pembangunan Bojonegoro Tak Merata

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Fraksi PDI-P menilai pembangunan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih terdapat disparitas atau belum merata. Disparitas tersebut terjadi terutama di wilayah barat dan selatan Bojonegoro.

Sekretaris Fraksi PDI-P, Doni Bayu Setiawan, mengungkapkan, pembangunan Bojonegoro di wilayah barat dan selatan jika di bandingkan dengan wilayah kota atau wilayah timur telah terjadi ketimpangan. Pembangunan di wilayah timur dan kota, menurut dia, sudah cukup baik. Bahkan dari beberapa kejadian yang dilihat tersebut seringkali dilakukan pembangunan lebih dari satu kali di titik lokasi yang sama.

“Hal ini berbeda dengan Bojonegoro wilayah barat dan selatan yang pembangunannya belum merata,” kata Doni saat menyampaikan pemandangan umum atas laporan pertanggung jawaban APBD Tahun 2014 di ruang rapat paripurna DPRD Bojonegoro, Senin (6/7/2015).

Selain itu pihaknya juga menyoroti masih adanya ratusan dusun gelap di wilayah selatan karena belum teraliri listrik.

“Kami menilai ini terjadi karena alokasi anggaran untuk kebutuhan masyarakat berupa tersedianya listrik masih sangat minim,” tegas Doni.

Baca Juga :   Di Blora Terdapat 1.400 Calon Janda Baru

FPDI-P juga  mengingatkan Pemkab Bojonegoro tentang  rencana pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang sampai  saat ini tidak ada kejelasan. Padahal dengan adanya pembangunan JLS, selain untuk mengurangi disparitas wilayah dan peningkatan sarana transportasi, juga dapat berdampak pada peningkatan perekonomian warga, terutama di wilayah selatan.

Disamping itu, FPDI-P juga menyoroti  sumber daya alam (SDA) terutama pelestarian sumber air alam yang ada seolah-olah terabaikan. Akibatnya setiap musim kemarau selalu mengalami kekeringan  sehingga permasalahan sulitnya air bersih sudah  rutin terjadi.

“Kebaradaan sendang maupun sumber air lainnya sampai saat ini belum tergarap maksimal,” tegasnya.

“Kalau untuk kebutuhan pertanian sudah ada embung, irigasi dan lainnya, tetapi untuk air bersih masih sulit didapatkan,” lanjut dia.

Sementara  solusi untuk mengatasi kekeringan selama ini, menurut Doni, hanya sebatas pengiriman air bersih.  Itupun belum mampu mencukupi kebutuhan air bagi warga yang wilayahnya mengalami kekeringan.

“Kami  mengusulkan kepada Pemkab  untuk membuat dan memperbanyak sumur bor, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini rawan kekeringan,” sarannya.(rien)

Baca Juga :   Ketersediaan Pupuk di Tuban Terpenuhi

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *