Fauzan Atlet Angkat Besi Andalan Kota Ledre

21070

SuaraBanyuurip.comArifin Jauhari

Bojonegoro – Warga masyarakat Bojonegoro, patut berbangga. Pasalnya Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tak hanya sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi (Migas) saja. Namun juga memiliki atlet-atlet andalan yang terus meraih prestasi. Meski hasil yang didapat masih belum dirasa puas. Dia adalah M. Fauzan atlet angkat besi.

Pemuda berusia 23 tahun asli kelahiran Kota Ledre (sebutan lain Bojonegoro) ini mampu meraih sejumlah medali dari beberapa jenis angkatan, yaitu snatch dan clean and jerk.

“Selama ini saya mendulang medali dari dua jenis angkatan, yakni snatch dan clean and jerk. Ditambah jenis gabungan dari keduanya. Sehingga rekor atlet adalah penjumlahan dari beban maksimal angkatan snatch ditambah clean and jerk,” kata M. Fauzan, saat ditemui Suarabanyuurip.com, Jumat (2/10/2020) di ruang fitness Gladiator, tempatnya biasa berlatih mengangkat barbel.

Pria tampan ini mengaku, belum puas dengan total angkatan terakhirnya saat Kejuaraan Nasional di Bandung, Jawa Barat, yang menghasilkan medali perak.

“Saat itu angkatan saya total 232 kg, akhirnya hanya dapat medali perak,” kenangnya.

Baca Juga :   SH Terate Cabang Bojonegoro Resmi Buka Program Latihan Pencak Silat Usia Dini

Bapak satu anak ini menjelaskan, jenis angkatan snatch adalah jenis angkatan langsung tanpa jeda. Atlet harus mengangkat beban dari lantai tanpa boleh menekuk lutut sampai kedua tangan mengangkat beban (barbel) lurus di atas kepala dengan posisi berdiri sempurna beberapa detik hingga juri membunyikan bel tanda angkatan sah.

Sedangkan untuk Clean and Jerk, atlet mengangkat barbel dalam dua tahap. Pertama mengangkat beban dari lantai sampai batas dada dengan posisi jongkok. Setelah jeda sebentar untuk mengambil ancang-ancang, atlet kemudian mengangkat barbel sampai kedua tangan lurus di atas kepala. Dengan posisi berdiri tegak sempurna beberapa detik sampai juri membunyikan bel tanda angkatan sah.

“Saya juga pernah dapat tiga medali emas dari tiga jenis lomba ini,” akunya.

Fauzan menyebutkan, ada empat kejuaraan dimana ia mendapat tiga medali emas dari tiga jenis angkatan. Antara lain, Kejurprov di Madiun 2016, Kejurprov di Kediri 2017, Kejurprov di Malang 2018, dan pada Porprov di Bojonegoro 2019.

Dia mengaku, saat ini sedang berupaya mengejar prestasi tingkat nasional. Sehingga rutinitas berlatih terus dilakukan pagi dan sore. Karena ketingkat nasional berat beban total yang harus diangkat minimal 280 kg.

Baca Juga :   PSHT Juara Umum I Internasional Pencak Silat Indonesia Open Championship 2022

“Saya yakin masih bisa mencapai total angkatan 280kg,” ujarnya penuh semangat.

Terpisah mantan pelatih Fauzan, Dedi Apriyanto, menyampaikan, jika Fauzan sekarang telah menjadi tim sparing Puslatda Jatim.

“Sebagai mantan pelatihnya, pasti ingin yang terbaik, yaitu menjadi juara. Baik ditingkat Nasional maupun Internasional,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *