SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Petani harus bersabar saat hendak membeli pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani. Karena kartu tani yang seharusnya berlaku per 1 September lalu, namun infrastruktur seperti electric data capture (EDC) hingga kini belum siap digunakan.
Kepala Seksi Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro Tatik Kasiati akibat kartu tani belum siap sepenuhnya, maka pembelian pupuk petani tetap dengan cara manual.Â
“Pembelian pupuk masih bisa dengan cara manual,’’ katanya, Sabtu (3/9/2020).
Meski manual, petani harus tetap melengkapi persayaratan untuk mendapatkan pupuk. Di antaranya sudah masuk musim tanam, dilampiri foto lahan yang membutuhkan pupuk, dan harus ada surat rekomendasi dari Disperta.
Di Kabupaten Bojonegoro ada 383 kios pertanian, namun sebanyak 259 belum bisa menggunakan kartu tani. Selain itu, kartu tani harus teraktivasi agar bisa digunakan.
“Ya, hanya 124 EDC yang bisa digunakan,†katanya.
Mulai Januari hingga Agustus 2020, pada musim tanam pertama pupuk bersubsidi sudah terserap 60 persen. Namun, musim tanam ketiga ini petani harus menunggu tersediannya pupuk di kios.
“Dan pada Oktober hingga Desember pupuk subsidi yang belum terserap tinggal 40 persen,†ujarnya kepada SuaraBanyuurip.com
Dia mengatakan, sebelumnya pada Oktober ini kios sudah stok pupuk. Seperti kios Kecamatan Kedungadem, Kecamatan Kepohbaru, dan Sugihwaras tahun lalu setelah panen tembakau petani membeli pupuk untuk persiapan musim tanam.
Namun, setelah ada ketentuan membeli pupuk dengan cara manual dan bersyarat, sejumlah kios belum siap stok pupuk karena menunggu musim tanam. Selain itu, juga petani melakukan penebusan pupuk harus membawa persyaratan seperti surat rekom. (jk)