Ibadah Umroh Belum Dibuka, Permintaan Surat Rekomendasi Hanya 15 Orang Per Bulan

21095

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pandemi covid-19 berdampak pada umat islam yang hendak melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci. Apalagi, hingga saat ini Arab Saudi belum membuka akses bagi jamaah haji dan umrah. Akibatnya, jumlah permintaan surat rekomendasi umrah ke Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, Jawa Timur, turun drastis.

Pada September lalu, tercatat hanya ada 15 orang yang meminta surat rekomendasi. Salah satu sebab adalah pemberangkatan umroh tahun ini belum jelas. Sebelumnya, surat permintaan rekomendasi umroh bisa mencapai 25 orang dalam sehari.

“Pada masa pandemi, pernah dalam sebulan tidak ada sama sekali yang meminta surat rekomendasi,’’ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Haji, Kemenag Bojonegoro, Masduki, Selasa (6/10/2020).

Dia mengatakan, sebenarnya untuk umroh, Kemenag Bojonegoro hanya memberikan rekomendasi. Untuk yang bertugas menutup dan membuka pendaftaran umroh yakni Biro Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Jadi, Kemenag tidak pernah menutup terkait pembuatan surat rekom,” katanya ditemui di kantor.

Masduki menjelaskan, surat rekomendasi itu untuk pembuatan paspor. Selain itu, untuk bisa mendapatkan rekom setiap travel umroh harus mempunyai Surat Keputusan (SK), atau travel tersebut telah memiliki izin.

Baca Juga :   Warga SH Terate Ranting Ngasem Bagikan Ribuan Takjil

Surat rekomendasi, lanjut dia, hanya diperuntukkan bagi jamaah umroh di bawah 50 tahun. Arab Saudi membuat surat edaran yang isinya diantaranya membuka ibadah umroh per 4 Oktober, namun berlaku untuk warga negara Arab Saudi saja. Itu pun, jika dipresentasekan hanya 30 persen saja yang bisa melakukan umroh.

‘’Kalau di Bojonegoro hanya ada 6 travel saja,’’ ungkapnya. (jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *