Harga Mulai Turun, Masih Ada 4.174 Hektar Tanaman Tembakau Proses Panen

21096

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Memasuki masa peralihan musim, masih ada 4,174 hektare lahan tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro yang masih dalam proses panen. Akibatnya, kualitas tembakau menurun dan akan mempengaruhi harga jual dari petani.

Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro Moch Rudianto mengatakan seharusnya Juni sudah tutup musim tanam tembakau. Namun, ternyata masih ada petani yang menanam tembakau pada Juli, sehingga saat ini ada yang baru panen.

“Namun, kenyataannya masih sisa sekitar 4.174 hektare lahan tanaman tembakau,” katanya, Selasa (6/10/2020).

Rudi sapaan akrabnya menjelaskan, ada tiga kecamatan  yang masih memiliki tanaman tembakau. Di antaranya seperti Kecamatan Kepohbaru sebanyak 3,40 hektare, Kecamatan Sugihwaras ada 3,60 hektare, dan Kecamatan Sumberrejo ada 77,5 tanaman tembakau.

“Itu yang masih ada tanaman tembakau,” katanya ditemui di kantor.

Dia mengatakan, September lalu panen raya tembakau baru saja selesai. Namun, Hingga Oktober ini masih ada sisa tanaman tembakau yang belum selesai panen. Akibatnya, akan mempengaruhi daya jual tembakau lantaran sudah memasuki musim hujan sehingga kualitas tembakau menurun.

Baca Juga :   Di Lamongan Penjualan BBM Turun 40%

“Ya, pasti akan mempengaruhi harga jual karena cuaca tidak seperti tahun lalu,” ungkapnya.

Rudi memastikan, harga jual tembakau pasti akan turun. Karena seharusnya Juni sudah tutup tanam, namun masih ada petani yang menanam tembakau. Akhirnya, dengan sisa lahan tanaman tembakau itu petani akan merugi.

“Dipastikan harga tembakau akan menurun. Yang sebelumnya Rp 29 ribu menjadi Rp 20 ribu, itu karena kualitas tembakau,’’ katanya kepada SuaraBanyuurip.com. (jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *