Jumlah Petani Muda Minim, Disperta Kembangkan Teknologi Pertanian

21103

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Jumlah petani di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tercatat 193.492 orang. Namun, dari jumlah itu jumlah petani muda sangat sedikit. Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, berupaya mengembangkan alat produksi pertanian untuk menarik petani muda.

Kepala Disperta Bojonegoro Helmy Elisabeth mengatakan, petani muda jumlahnya sedikit. Generasi muda kebanyakan enggan bergelut dengan hal kotor seperti lumpur di sawah. Selain itu bidang pertanian dirasa tidak bisa dibanggakan, sehingga lebih memilih menjadi karyawan pabrik.

“Ya, sangat minim petani muda,’’ katanya, Rabu (7/10/2020).

Dia menjelaskan, itu bisa dibuktikan dalam satu kelompok tani (poktan). Satu poktan biasanya hanya ada satu hingga dua petani usia 25 tahun. Bahkan, pernah sama sekali tidak ada petani muda. Karena itu, untuk menarik generasi muda dalam bertani pihaknya mengembangkan teknologi alat pertanian.

‘’Seperti mekanisasi pertanian atau alat bantu untuk mengolah pertanian,’’ katanya kepada SuaraBanyuurip.com. 

Sementara itu Kepala Seksi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro Abu Umar mengatakan, berdasar hasil survei pertanian 2018 lalu,  bahwa rumah tangga usaha petani dengan usia kurang dari 25 tahun jenis kelamin laki-laki sebanyak 757 orang dan perempuan 106 orang.

Baca Juga :   UMKM Dilatih Prosedur Ekspor

‘’Sementara rumah tangga usaha petani dengan usia 25 – 34 jenis kelamin laki-laki sebanyak 15.851 dan perempuan 1.375 orang. Sisanya didominasi petani tua,’’ katanya ditemui di kantor. (jk)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *