SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Hujan lebat telah mengguyur lokasi proyek Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), dan sekitarnya sore tadi membuat sejumlah titik jalan pertanian hutan menjadi becek dan licin. Sejumlah tenaga kerja (Naker) dan penjual makanan minuman (Mamin) ringan harus berhati-hati saat melewatinya.
“Hujannya cukup deras membuat jalan yang biasa dilewati melumpur dan licin. Jadi harus hati-hati saat lewat agar tidak terjatuh,” kata salah satu penjual mamin, Yuni, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (10/10/2020).
Terpisah petani setempat, Pangat, mengaku, jalan setapak yang dekat area proyek Gas Processing Facility (GPF) JTB tersebut merupakan jalan kusus petani hutan untuk beraktivitas dilahan pertanian.
Jika musim kemarau memang mudah untuk dilewati kendaraan sebagai jalan pintas. Namun saat musim hujan para pengendara akan kesulitan karena becek. Karena itu jika ingin lancar para pengendara harus lewat jalan penghubung dari Dusun Gledegan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam tembus pertigaan Sawit, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Tadi kelihatanya para tenaga kerja kesulitan lewat saat hendak pulang. Karena ini jalan setapak petani. Jadi kalau musim hujan mending lewat jalan aslinya, yaitu jalan Gledegan tembus Sawit,” sarannya.
Petani lainnya, Sapari, mengaku bersyukur hujan sudah mulai turun deras. Sehingga dapat segera menggarap lahan pertanian untuk ditanami padi maupun tanaman pertanian lainnya.
“Alhamdulillah hujan turun, jadi bisa segera menanam padi, Pak,” sambungnya.(sam)