SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Program East Java Green Scout Innovation atau EJGSI sebagai Program Sinergi antara Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Komisi E DPRD Jatim, dan Kwarcab Bojonegoro yang berupa pemugaran rumah di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, resmi ditutup dengan penyerahan kunci rumah oleh Kwarda Jawatimur dan Kwarcab Pramuka Bojonegoro, Minggu (11/10/2020).
Penutupan program bedah rumah dipimpin langsung oleh Hanafi, MM selaku Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwarcab Bojonegoro, beserta Tim EJGSI Kwarda Jatim dan Tim DBL Indonesia yang didampingi Ketua EJGSI Bojonegoro beserta jajaran panitia, pengurus Kwarcab dan DKC Bojonegoro.
Hanafi mewakili Ketua Kwarcab Pramuka Bojonegoro menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terealisasinya kegiatan ini dengan sukses dan lancar.
“Program ini mulai dilaksanakan mulai bulan agustus sd bulan Oktober ini telah selesai di kerjakan bersama oleh Kwarcab Bojonegoro dan panitia EJGSI,†terang pria yang menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro itu.
Hanafi berharap dari kegiatan bedah rumah ini juga akan berdampak positif bagi pemanfaatannya. Jika sebelumnya tak layak huni, hari ini telah menjadikan layak. Pihaknya juga berharap program Pramuka ini dapat meningkatkan semangat bagi pemanfaat untuk lebih maju lagi dalam menjalani kehidupan.
Sementara itu, Suyatno mewakili Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Timur berharap agar kegiatan pramuka dapat bermakna, berkesan dan berdampak bagi masyarakat.
“Karana dalam Praja Muda Karana adalah bekerja untuk membangun masyarakat, jadi Pramuka itu harus bekerja†pesan Kak Suyatno.
Menurutnya, Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka adalah peduli sesama, peduli pada masyarakat secara nyata dan otentik yang ternyata disambut antusias oleh lintas sektoral.
“Inovasi penting agar kedepan pramuka bisa mencapai sebuah tujuan dari Pramuka itu sendiri,” pungkasnya.
Kegiatan bedah rumah, pemberian sembako dan bak sampah itu artinya bermakna. Berkesan adalah bagaimana mereka yang ikut dalam kegiatan ini akan terbangun jiwanya untuk lebih inovatif kedepan, begitupun masyarakat pemanfaat. Sementara berdampak adalah bagaimana Kwarcab Bojonegoro ke depan mampu membangun lebih banyak dari yang di lakukan hari ini.
Program EJGSI yang berupa program bedah rumah ini adalah program berkelanjutan dan bisa diteruskan oleh Kwarcab Bojonegoro bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.Â
Seperti diketahui, 7 pemilik rumah sangat antusias dan berterima kasih kepada Pramuka yang telah memberikan bantuan, dimana dalam pengerjaannya juga dibantu adik-adik pramuka penegak-pandega yang selalu ada setiap hari bergiliran di tujuh titik rumah.(dik)