SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Memiliki latar belakang profesi desain grafis, membuat Ilham Abitama tertarik untuk mengikuti lomba logo dalam rangka memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-343. Karyanya kemudian memenangi lomba dan mengalahkan puluhan peserta lainnya.
Ilham semenjak masih SMA memang sudah mengenal desain grafis. Ia kemudian kuliah di pendidikan seni rupa, Universitas Surabaya (Unesa) dan lebih serius di bidang desain.
Menurut dia, dunia desain itu menarik karena dituntut untuk memecahkan masalah.
“Juga desain sendiri pada dasarnya adalah penyelesaian masalah,” katanya.
Lelaki asal Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ini dalam mengerjakan logo HJB membutuhkan waktu tiga hari. Alasannya, harus memikirkan konsep tentang potensi yang ada di Bojonegoro.
“Ya, logo HJB harus mempunyai arti potensi yang ada di Bojonegoro,” katanya, Minggu (11/10/2020).
Pada logo HJB ada lingkaran memiliki arti kerja nyata, ada garis biru menggambarkan arti kuat, dan api adalah semangat seperti kahyangan api yang tak pernah padam meskipun diterpa hujan.
Dalam pembuatan logo, Ilham harus melakukan beberapa tahapan. Seperti konsep logo, penelitian tentang apa saja potensi alam di Bojonegoro, sketsa atau penggambaran, dan tahap terakhir penyelesaian.
“Sebelum pembuatan logo, saya mencari referensi di internet tentang Bojonegoro,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Namun, dalam pembuatan logo HJB ini ia mengaku mengalami kesulitan saat menentukan konsep. Seperti mau dibawa kearah mana, sedangkan ciri khas Bojonegoro sangat banyak.
Sebenarnya, Ilham sudah pernah mengikuti lomba logo HJB ke 341, namun dia belum beruntung sehingga tidak lolos seleksi. Akhirnya, pada 2020 HJB ke-343 dia memenangkan lomba desain logo.
“Ya, saya turut senang bisa berpartisipasi dalam HJB sebagai masyarakat Bojonegoro,” ujar Ilham. (jk)