SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Sejak tiga hari terakhir, Bengawan Solo megalami pencemaran. Warnanya tampak pekat, hingga sulit untuk diolah. Hal itu membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora, Jawa Tengah, harus menghentikan pendistribusian air ke pelanggan.
“Hingga hari ini, kondisi air masih pekat,” ujar Kepala PDAM Blora Cabang Cepu, kepada Suarabanyuurip.com, Subiyanto, Senin (19/10/2020).
Pencemaran air Bengawan Solo memaksa PDAM harus menghentikan distribusi air kepada para pelanggan, diantaranya di wilayah Cepu.
“Tidak mungkin kami mengalirkan air seperti ini (pekat). Sebab, kami mempunyai standart air yang harus didistribusikan,” tandasnya.
Dia tidak memungkiri, banyak pelanggan yang menghendaki air tetap mengalir dengan kondisi apapun. Untuk sekadar mandi dan kebutuhan lain, bukan untuk memasak.
“Musim sekarang ini warga masih banyak yang kesulitan air,” ucapnya.
Terpisah, Kepala PDAM Blora, Yan Ria Pramono, menjelaskan, selama tiga hari ini pihaknya memang tidak bisa menyalurkan air kepada pelanggan baik Cepu maupun Blora.
“Mudah-mudahan hari ini air bisa kembali mengalir kepada pelanggan,” ujarnya.
Upaya koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora sudah dilakukan. Dengan menyampaikan kondisi air bengawan solo hingga tidak bisa dilakukan pengolahan.
“Namun belum ada rekomendasi dari DLH,” kata dia.
Berulangkali Bengawan Solo mengalami pencemaran, sampai sekarang belum ada solusi untuk mengolah air supaya layak dan sesuai standart.
“Kami sudah mencoba beragam cara, termasuk pelumpuan. Tetapi belum berhasil. Dan DLH sudah mengetahui kondisi air bengawan solo tersebut,” ucapnya.
Sementara Kapala DLH Blora, Dewi Tedjowati, mengaku, sudah berkoordinasi dengan Camat Cepu. Tentunya untuk ikut membantu melakukan pemantauan.
“Kami selalu update kondisi terkini keadaan bengawan solo,” tandasnya.
Lebih lanjut Dewi, menjelaskan, sudah melakukan investigasi sampai dengan hulu. Baik dari provinsi maupun dari Blora sendiri.
“Tapi, itu maling malingan. Paginya bersih tapi malamnya tercemar. Dari hulu dicek bersih, tapi di Cepu-nya kok hitam,” katanya.
Dia menegaskan, tidak ada industri di Blora yang membuang limbah hingga mengakibatkan pencemaran air Bengawan Solo.
“Kami pastikan tidak ada kalau di Blora,” tegasnya.
Untuk PDAM, menurut dia, bisa mengolah air untuk didistribusikan kepada para pelanggan.
“Tidak apa-apa, airnya masih bisa diolah,” pungkas Dewi.(ams)