SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Budaya gotong-royongan di Dusun Balak, Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih begitu kental. Warga secara swadaya melaksanakan pembangunan jembatan di dusun setempat.
Warga di sekitar Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru itu- sebutan lain Dusun Balak-secara suka rela menyumbangkan uang dan tenaganya. Bahkan mereka bergiliran memberikan makan dan minum kepada para pekerja.Â
“Setiap hari ada 10 sampai 20 warga yang bekerja tanpa dibayar,” ujar Tamin warga setempat.Â
Kerukunan dan keguyupan warga Dusun Balak ini menjadikan pembangunan jembatan beton sepanjang 12 meter dengan lebar 2 meter itu cepat diselesaikan.
“Pembangunan jembatan dilaksanakan 25 hari. Sekarang ganti mengerjakan akses jalannya sepanjang 100 meter,” tuturnya.Â
Menurut Tamin, pembangunan jembatan telah lama menjadi impian warga Dusun Balak. Karena menjadi akses utama menuju lahan pertanian.Â
Sebelumnya, jembatan yang membentang di atas sungai tersebut terbuat dari bambu. Namun, dengan selesainya pembangunan jembatan ini menjadikan petani semakin mudah, nyaman, aman dan lancar menuju dan mengangkut hasil pertanian.Â
“Selain warga urunan, pembangunan jembatan ini dibantu oleh pak Maftukhan, anggota DPRD Bojonegoro. Beliau menyumbang materialnya,” ungkap Tamin.
Kepala Desa Kaliombo, Rohmad Edi Suyanto menambahkan, jika budaya gotong-royong masyarakat di wilayahnya masih tetap terjaga dan lestari.Â
“Ini menjadi modal penting untuk bersama-sama melakukan percepatan pembangunan di desa,” tegasnya.
Yanto, sapaan akrabnya, mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Bojonegoro, Maftukhan yang membantu mewujudkan impian petani khususnya di Dusun Balak untuk memiliki jembatan yang layak menuju lahan pertanian.
“Atas nama pemerintah desa dan warga, saya ucapkan terima kasih atas kepedulian pak Tukhan,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Maftukhan menyampaikan pembangunan jembatan di Dusun Balak sangat dibutuhkan para petani. Karena alasan itulah dirinya rela mengeluarkan uang pribadinya untuk membantu pembangunan jembatan.Â
“Apalagi budaya gotong-royong masyarakat di sini masih sangat tinggi. Kerukunan dan keguyupan inilah yang harus terus dijaga,” ujar politisi Gerinda dari daerah pemilihan (Dapil) V meliputi Kecamatan Gayam, Purwosari, Ngasem, Kalitidu, Malo, Padangan, Kasiman, dan Kedewan itu.
Maftukhan berharap dengan pembangunan jembatan ini dapat memperlancar aktivitas warga menuju lahan persawahan mereka.Â
“Sehingga dapat mempercepat peningkatan ekonomi warga,” pungkas Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro itu.(suko)Â