Produksi Minyak Jabanusa 260.000 Bph, 228.279 Bph dari Blok Cepu

SKK Migas Himbau KKKS Tidak Terima Parcel

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Produksi minyak wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menjadi tulang punggung nasional untuk memenuhi target lifting (produksi minyak siap jual) sebesar 705.000 barel per hari (barel oil per day/BPOD). Jumlah produksi harian di wilayah Jabanusa sekitar 260.000 Bopd yang disumbangkan oleh 13 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Sedangkan produksi gas sekitar 557 juta standart kaki kubik per hari ( million standard cubic feet per day (MMSCFD) dari 14 KKKS.

Produksi minyak Jabanusa sekarang ini memasok 30% produksi nasional. Produksi minyak terbesar wilayah Jabanusa berasal dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Rata-rata produksi pada bulan Oktober 2020 telah mencapai sebesar 228.279 barel oil per day (BPOD). Besaran produksi ini di atas target lifting yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar 220.000 barel per hari (Bph).

“Sedangkan besaran produksi perubahan Amdal dengan peningkatan produksi sebesar 235.000 bopd,” ujar Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Jawa-Bali-Nusa Tenggara (SKK Migas) Jabanusa, Nurwahidi kepada suarabanyuurip.com, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga :   PPSDM Migas dan AAL Berkomitmen Tingkatkan Profesionalisme Taruna

Menurut Nurwahidi ada beberapa strategi yang dilakukan SKK Migas Jabanusa untuk menjaga produksi di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini. Yakni melakukan upaya bersama KKKS untuk mereview renca kerja 2020, memonitor kesehatan pekerja industri hulu migas serta memberikan arahan langkah-langkah preventif salah satunya untuk menyesuaikan sistem shift kerja yang sesuai di lapangan pada kondisi Covid-19, dan memastikan sejumlah proyek migas dapat tetap berjalan sesuai dengan protokol Kesehatan.

“Juga melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait demi menjamin kelancaran mobilitas barang dan personel,” tegasnya.

SKK Migas berharap agar KKKS di wilayah Jabanusa tetap melakukan upaya-upaya untuk mempertahankan, bahkan menaikkan produksi migas melalui penambahan kegiatan eksplorasi dan pengeboran-pengeboran sumur pengembangan. 

“Tentu semua aktivitas harus dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan melawan Covid-19,” pungkas Nurwahidi.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *