Kendalikan Hama, Pemdes Kunci Beli Buntut Tikus Rp1000/ekor

21256

SuaraBanyuurip.comArifin Jauhari

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengadakan program yang tergolong unik dalam pengendalian hama tikus. Yakni dengan pembelian buntut atau ekor tikus seharga Rp1000 per ekor bagi warga masyarakat Desa Kunci.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kunci, Agus Priyono, didampingi Kepala Desa (Kades) Marwik, menjelaskan, program pembelian buntut tikus ini sesuai hasil kesepakatan musyawarah desa (Musdes) yang dihadiri Pemdes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kunci, tokoh masyarakat, dan para petani se Desa Kunci.

“Program ini hanya berlaku untuk warga Desa Kunci saja,” kata Agus Priyono, kepada Suarabanyuurip.con, Senin (26/10/2020).

Ditambahkan, pihaknya membebaskan warga dengan cara apa dalam melakukan pemburuan tikus. Terpenting tidak menggunakan jebakan tikus dengan menggunakan aliran listrik.

“Terserah mau berburu dengan cara apa, boleh ditembak senapan angin atau cara lain, tapi tidak boleh pakai setrum,” jelas Agus.

Agus menjelaskan, untuk dana dalam program membeli buntut tikus ini bersumber dari perubahan anggaran tahun 2020, yaitu dana bunga bank yang ada di kas desa, sebanyak Rp8 juta.

Baca Juga :   Remaja 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Bengawan Solo

Pemdes Kunci menargetkan, hama tikus di Desa Kunci berhasil diturunkan populasinya sebanyak delapan ribu ekor, sesuai anggaran yang tersedia untuk melakukan pembelian. Setidaknya ada delapan ribu ekor tikus yang ditargetkan berhasil diburu. Sekaligus menjadi nilai tambah secara ekonomi untuk warga Desa Kunci.

“Sejak dibuka mulai tanggal 20 Oktober kemarin sampai hari ini sudah ada yang setor 325 ekor tikus,” pungkasnya.

Terpisah, dua orang warga Desa Kunci, Yadi dan Marjiun, mengaku, senang adanya program pembelian buntut tikus dari Pemdes Kunci. Karena, selain dapat mengurangi hama tikus juga bisa mendapatkan tambahan pemasukan uang untuk kebutuhan keluarga.

“Alhamdulillah mendapatkan hasil Rp100.000 dari penyetoran 100 ekor tikus, dan Marjiun memperoleh hasil Rp70.000 dari penyetoran 70 ekor tikus,” tandas kedua petani desa setempat.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *